RIFAN FINANCINDO BANDUNG | Bursa Wall Street Terburuk

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO BANDUNG |  Bursa Wall Street Terburuk Tahun 2017

RIFAN FINANCINDO BANDUNG | Bursa Saham A.S. membukukan penurunan terbesar tahun ini pada akhir perdagangan Selasa dinihari (30/01) setelah imbal hasil obligasi 10 tahun melonjak lebih tinggi, meningkatkan kekhawatiran suku bunga yang lebih tinggi.

Indeks S & P 500 turun 0,7 persen menjadi ditutup pada 2.853,53, hanya hari kelima di tahun ini dan sejauh ini merupakan yang terbesar.

Indeks Dow Jones turun 177,23 poin menjadi ditutup pada 26.439,48, juga mengalami penurunan terbesar pada 2018.

Indeks Nasdaq ditarik kembali 0,5 persen dan ditutup pada 7.466,51.

Imbal hasil obligasi 10 tahun meningkat di atas 2,7 persen untuk mencapai level tertingginya sejak April 2014. Ketakutan inflasi yang lebih tinggi memicu kenaikan tajam tingkat suku bunga obligasi tahun ini.

Utilitas, telekomunikasi dan real estat termasuk di antara sektor dengan kondisi terburuk pada hari Senin. Sektor-sektor ini terkena dampak negatif oleh suku bunga yang lebih tinggi. Sementara itu, saham Goldman Sachs dan Bank of America, dua saham yang mendapat keuntungan dari kenaikan suku bunga, naik 1,6 persen dan 0,25 persen.

Saham ditutup pada rekor tertinggi pada hari Jumat, dengan Dow melonjak lebih dari 200 poin, sementara S & P 500 dan Nasdaq naik lebih dari 1 persen. Teknologi adalah salah satu sektor dengan kinerja terbaik pada hari Jumat setelah Intel melaporkan hasil kuartalan yang kuat.

Ekuitas juga didorong pekan lalu oleh hasil kuartalan yang lebih kuat dari perkiraan dari perusahaan besar. Sejauh ini, musim penghasilan perusahaan sudah kuat. Dari perusahaan S & P 500 yang telah melaporkan Senin pagi, 78 persen telah melaporkan melampaui ekspektasi bottom-line, sementara 77 persen telah mengalahkan perkiraan pendapatan, menurut FactSet.

Boeing, McDonald’s, Apple, Chevron, dan Facebook termasuk di antara perusahaan yang dijadwalkan untuk dilaporkan akhir pekan ini.

Ini akan menjadi minggu yang sibuk bagi Wall Street. Keputusan kebijakan moneter terbaru Federal Reserve diperkirakan akan diumumkan pada hari Rabu. Kemudian di minggu ini, pemerintah A.S. akan merilis data ketenagakerjaan terbaru.

Malam nanti akan dirilis data CB Consumer Confidence Januari AS yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street akan bergerak meningkat jika rilis data ekonomi positif.

sumber : vibiznews.com

IT RFB BDG