Rifan Financindo – 4 Strategi Efektif Dalam Pengambilan Keputusan

4 Strategi Efektif Dalam Pengambilan Keputusan – Rifan Financindo

RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Hidup adalah pilihan, demikian pepatah bijak yang sering disampaikan. Memang benar adanya bahwa kondisi kamu saat ini adalah hasil dari pilihan kamu di masa lalu. Dan kondisi masa depanmu adalah hasil dari pilihanmu saat ini. Dengan demikian, penting bagimu untuk mampu memilih dengan benar dan bijak sehingga dapat membawamu kepada tujuan yang kamu inginkan.
Proses memilih ini merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan atau decision making. Proses pengambilan keputusan merupakan hal penting, baik bagi kehidupan pribadi, pendidikan, maupun profesional.

Pengertian Pengambilan Keputusan Menurut Ahli

Agar makin jelas, coba kita pahami dulu pengertian dari pengambilan keputusan menurut para ahli.

Suharnan (2005)

Pengambilan keputusan adalah proses memilih berbagai kemungkinan di antara situasi yang tidak pasti.

Dermawan (2004)

Pengambilan keputusan merupakan ilmu pemilihan alternatif solusi atau tindakan dari sejumlah alternatif solusi atau tindakan yang berguna untuk menyelesaikan masalah, yang dipengaruhi oleh berbagai hal seperti pengetahuan, lingkungan organisasi, dan motivasi.

Baron dan Byre (2008)

Pengambilan keputusan adalah proses melalui kombinasi individu atau kelompok dalam mengintegrasikan informasi yang ada dengan tujuan memilih satu dari berbagai kemungkinan yang ada.
Seperti yang dikemukakan oleh Dermawan, bahwa terdapat berbagai hal yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Setiap orang memiliki kecenderungan masing-masing dalam pendekatan cara pengambilan keputusan, yang disebut sebagai gaya pengambilan keputusan.

Gaya Pengambilan Keputusan

Nah, penelitian mengenai gaya pengambilan keputusan lebih lanjut diinisiasi dan dilakukan oleh Alan J. Rowe, seorang profesor emeritus dalam bidang manajemen dan organisasi dari Marshall School of Business. Ia mengajukan empat gaya pengambilan keputusan yang dikembangkan dari teori kepribadian psikolog Carl Gustav Jung. Gaya pengambilan keputusan itu adalah Langsung (Directive), Analitis (Analytic), Konseptual (Conceptual), dan Perilaku (Behavior). Masing-masing gaya pengambilan keputusan ini mempunyai strategi berbeda agar bisa memperoleh hasil yang efektif. Yuk kita bahas satu per satu.

1. Langsung (directive)

Ini adalah tipikal pengambil keputusan yang cepat, dimana orang yang memiliki karakter ini tidak ingin membuang waktu berlama-lama dalam melakukan analisis pilihan yang ada dan segera mengambil tindakan yang runtut. Pengambilan keputusan didasarkan kepada pengalaman, sehingga akan sangat mudah menghadapi situasi yang berulang, tetapi cenderung mengalami kesulitan dalam menentukan keputusan untuk situasi baru yang belum pernah dihadapi. Umumnya mereka tidak terlalu tertarik untuk mendengarkan masukan orang lain terutama yang memiliki pandangan berbeda. Bagi seseorang dengan gaya seperti ini, mengambil keputusan yang tepat lebih baik dibanding mengikuti pendapat orang lain.
Tips yang perlu diperhatikan:
  • Lebih cermat dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan dengan mengupayakan mencari data-data yang relevan/sesuai sebagai dasar dalam memutuskan beberapa pilihan.
  • Apabila menghadapi situasi baru yang belum pernah dihadapi sebelumnya, cobalah untuk lebih terbuka dalam menerima saran pihak-pihak lain untuk mendapatkan keputusan terbaik.

2. Analitis (analytic)

Ini adalah tipikal pengambil keputusan yang sangat berhati-hati, dan khawatir membuat keputusan yang salah karena tergesa-gesa dan merasa tidak nyaman apabila harus mengambil keputusan segera. Data dan informasi adalah hal yang penting sebagai pertimbangan pengambilan keputusan. Karena harus mempertimbangkan dan menganalisis semua informasi untuk setiap pilihan sebelum memutuskan, seringkali membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan keputusan. Orang dengan gaya ini menikmati situasi-situasi baru yang tidak pasti, dan berusaha mencari data dan informasi untuk mendapatkan kepastian. Selain itu, terbuka untuk mendengarkan pendapat orang-orang di sekitar, dan memiliki kemampuan yang sangat baik pada situasi yang menyediakan beberapa pilihan sulit.
Tips yang perlu diperhatikan:
  • Perlu menentukan tenggat waktu berapa lama yang diperlukan untuk menganalisis data-data yang ada sebelum mengambil keputusan, sehingga tidak berlarut-larut dan justru akan merugikan.
  • Akan lebih baik untuk melibatkan orang lain dalam menganalisis data dan informasi yang tersedia sehingga keputusan yang diambil pun tidak terkesan terpusat.

3. Konseptual (conceptual)

Ini adalah tipikal pengambil keputusan yang terbuka dengan cara-cara baru dan berani menghadapi risiko, memiliki visi untuk mengambil keputusan jangka panjang, tetapi kurang cepat dalam menentukan rencana tindakan jangka pendek yang harus segera diterapkan. Orang dengan gaya ini memiliki ide-ide yang original dan berbeda, hanya saja kurang terdorong untuk melakukan tindakan nyata hingga dapat mewujudkannya. Mereka lebih menikmati proses berpikir dan merencanakan daripada bertindak, memiliki rasa percaya diri dan optimisme tinggi bahwa keputusan akan membawa keberhasilan, memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai prestasi serta mendapatkan pengakuan dari pihak lain, dan lebih mengutamakan intuisi daripada data.
Tips yang perlu diperhatikan:
  • Perlu berlatih untuk bertindak melaksanakan keputusan yang telah diambil hingga tuntas, sehingga dapat benar-benar mencapai hasil yang diharapkan.
  • Agar tercipta manajemen risiko yang lebih objektif, kurangi optimis berlebihan terhadap keputusan dengan risiko tinggi yang didasari pada intuisi pribadi tanpa data yang memadai.

4. Perilaku (behavior)

Ini adalah tipikal pengambil keputusan yang mempedulikan dampaknya terhadap orang lain. Seseorang dengan gaya ini memperhatikan kepentingan kelompok yang dianggap lebih utama daripada kepentingan pribadi, sehingga berusaha keras untuk senantiasa menjaga hubungan baik dengan semua pihak. Oleh karena itu, mereka merasa selalu membutuhkan masukan dan saran dari orang lain terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Mereka akan memastikan keputusan yang diambil akan menyenangkan semua pihak, sehingga tidak perlu terjadi konflik dengan orang lain. Karena sangat bergantung pada lingkungan dan pandangan orang lain, membuat mereka sering berubah-ubah pendapat.
Tips yang perlu diperhatikan:
  • Perlu lebih percaya diri dalam mengambil keputusan pribadi tanpa tergantung pada masukan/saran dari orang lain. Mulailah dengan mengambil keputusan pribadi pada hal-hal yang tidak terlalu berisiko.
  • Akan lebih baik untuk tidak terlalu menuntut diri sendiri dalam menyenangkan semua orang, karena hal itu akan membuat pengambilan keputusan semakin sulit.
Lalu, apakah kamu sudah mengetahui gaya pengambilan keputusan yang paling sesuai dengan dirimu – RIFAN FINANCINDO

Sumber : kumparan.com

Rifan Bandung