Rifan Financindo Berjangka – 6 Tips Untuk Tetap Cuan Pada Market Bearish

6 Tips Untuk Tetap Cuan Pada Market Bearish – Rifan Financindo Berjangka

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG – Pernahkah anda berpikir “Bagaimana cara trading ketika market sedang Bearish ?”, terutama ketika dalam fase downtrend. IHSG merupakan gambaran besar pasar saham di Indonesia, dengan kata lain jika IHSG mengalami penurunan maka ini diakibatkan oleh saham – saham yang memiliki bobot besar (BIG CAPS) juga mengalami perlemahan.

Untuk itu dalam situasi ini kita harus cerdik dalam memilih saham yang akan kita tradingkan, yaitu dengan cara menghindari saham – saham penggerak IHSG. Kita dapat memilih saham yang memiliki kapitalisasi lebih kecil atau biasa disebut Second liner & Third liner. Saham – saham ini memiliki arah pergerakan yang kadang tidak sesuai dengan arus IHSG, akan tetapi volatilitas saham ini juga tinggi dan meningkatkan resiko dalam trading. Agar selalu cuan pada situasi market sedang bearish ikuti 6 tips di bawah ini:

1. PILIH SAHAM YANG MEMILIKI TREND NAIK

Arah pergerakan saham yang sedang uptrend, secara kasat mata dapat dilihat secara langsung. Pola yang paling sederhana adalah terbentuknya Higher High dan Higher Low seperti pada Gambar 1.

Setelah kita memilih saham yang sedang uptrend, kita tidak langsung membeli saham melainkan kita harus mencari entry trigger pada saham tersebut. Seperti pattern bearish reversal dan bullish continuation pattern atau dengan formasi candle stick. Jangan masuk pada saham yang belum ada entry trigger karena bisa saja mengakibatkan anda terjebak pada arus saham tersebut, misalkan pada saham yang sedang mengalami perlemahan (Retracement).

Secara sederhana anda dapat trading dengan cara beli di suport (pullback) atau bekas suport (break out), jual pada resisten terdekat. Hindari range suport dan resisten yang sempit karena potensi keuntungan juga kecil dan potensi risiko besar.

2. JANGAN AGRESIF

Pada kondisi market bearish janganlah memakai seluruh uang yang ada di portofolio anda, sisakan selalu uang cash. Hal ini dapat mengurangi potensi kerugian yang terjadi, karena pada kondisi ini winning trade anda tidak sebaik pada saat market sedang bullish. Sisakan uang anda untuk membeli saham secara besar ketika market mulai menunjukkan tanda pembalikan arah.

3. DISIPLIN PADA TRADING PLAN

Buatlah trading plan sebelum anda membeli saham tersebut. Janganlah tamak untuk mencari keuntungan sebesar – besarnya. Disiplinlah dalam melakukan entry, exit, stop loss, take profit, dan disiplin untuk tidak ber-trading ketika tidak ada peluang. Hal ini sangat diperlukan dalam situasi seperti ini, seperti yang dikatakan oleh Jesse Livermore “Cut your losses short and let your profits run”.

4. ATUR MONEY MANAGEMENT

Money management merupakan sebuah seni dalam membatasi risiko, dan memaksimalkan potensi keuntungan, dengan menentukan jumlah saham yang tepat atau ukuran kontrak perdagangan yang tepat.

Money management lebih dari sekedar ilmu atau seni, tidak ada jawaban yang pasti. Untuk itu money management yang terbaik adalah tergantung dari kepribadian masing – masing trader.

Aturlah porsi pembelian anda dengan membandingkan kerugian dan keuntungan pada saham yang akan anda beli, jika kerugian dirasa terlalu besar maka kecilkanlah porsi pembelian anda. Hitunglah perbandingan risiko dan keuntungan dalam setiap transaksi, potensi keuntungan yang ideal dalam setiap transaksi adalah Tiga kali lebih besar dari pada potensi kerugian. Jangan membeli saham dengan tamak, ini sangat membahayakan di kondisi market bearish.

Contoh kasus seperti ini: Andi memiliki sebuah trading plan sebuah saham ABCD dengan harga Rp 100 dan sebanyak 1000 lot, serta Take profit di 130. Andi membuat trading plan cut loss di Rp 90. Maka kerugian Andi adalah (100-90)*1000 lot = Rp 1000.000 (1 lot = 100 lembar). Andi merasa kerugian terlalu besar, sehingga Andi mengurangi porsi pembeliannya menjadi 500 lot.

5. JANGAN MENGHINDAR

Kondisi market bearish merupakan kondisi yang sangat menguntungkan untuk trader, karena dapat melatih intuisi trader tersebut. Belajar saham harus lengkap disaat market sedang bullish maupun bearish, tetap lakukan charting setiap hari agar kemampuan semakin terasah. Perhatikan semua chart saham dari A – Z, dan lihat apakah gerakan saham dari hari ke hari sesuai dengan cara anda membaca chart.

6. INVESTASI LEHER KEATAS

Belajarlah terus menerus dengan membaca buku – buku, workshop, dan yang paling mudah adalah belajar dari trader terbaik. Dengan belajar dari yang terbaik kita akan terpacu untuk sama atau lebih baik dari trader tersebut.

Pelajari pola – pola bearish reversal seperti Double bottom, inverse head & shoulder, triple bottom, dan falling wedge, sedangkan untuk pola bullish continuation pattern adalah penant, flag, dan cup & handle. Dengan mengatuhi pola tersebut kita akan tahu kapan timing yang tepat untuk membeli sebuah saham.

WHAT TO DO?

Praktekan 6 tips diatas agar trading anda semakin baik dan konsisten di fase market apapun. Jangan menghindar ketika market sedang bearish, karena masih tetap ada peluang asal kita tau kapan waktu kita membeli saham tersebut.

Itulah 6 tips untuk tetap cuan pada market bearish, tips ini dapat digunakan oleh siapapun trader pemula maupun trader profesional – RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Rifan Bandung