0

PT Rifan – 8 Tips Atur Uang dengan Sisa Gaji Saat Menganggur

8 Tips Atur Uang dengan Sisa Gaji Saat Menganggur – PT Rifan

PT RIFAN BANDUNG – Kamu sedang menganggur? Pasti rasanya tidak enak. Penghasilan seketika berhenti, tidak ada pemasukan setiap bulan seperti biasa. Tentu saja kondisi ini akan berpengaruh pada keuangan pribadi kamu. Bersyukur kalau punya dana darurat, biaya sehari-hari masih bisa tertutup. Bagaimana jika tidak ada dana darurat, atau tabungan sama sekali, maka ujung-ujungnya adalah mencari pinjaman.
Sebenarnya punya atau tidak dana darurat, saat ini status kamu pengangguran. Kamu perlu lebih ekstra dalam mengatur keuangan. Setiap rupiah yang kamu miliki harus digunakan sebaik mungkin, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bisa jadi itu adalah uang terakhir yang kamu punya. Maka dari itu, perlu dikelola secara bijak agar cukup untuk bertahan hidup sampai dapat pekerjaan baru.
Begini cara mengatur keuangan ketika sedang menganggur tanpa tabungan dan dana darurat :

1. Buat daftar pengeluaran prioritas

Kamu harus sadar diri tidak ada lagi pemasukan, dana darurat, dan tabungan sebagai dana cadangan. Jadi, jangan barbar dalam membelanjakan uang.
Segera membuat prioritas pengeluaran. Utamakan pengeluaran yang sifatnya wajib atau tidak bisa ditunda, seperti makan dan minum, membayar cicilan utang, bayar kos, biaya pendidikan anak, beli token listrik dan bayar tagihan air. Alokasikan 50 persen dari uangmu untuk pengeluaran tersebut. Misalnya punya sisa gaji terakhir Rp 5 juta, maka yang dipakai sebesar Rp 2,5 juta. Syukur-syukur tak punya utang, atau lebih irit dalam penggunaan listrik dan air, sehingga biayanya bisa ditekan.

2. Menghemat biaya makan

Langkah selanjutnya agar uangmu cukup adalah menghemat anggaran makan. Berhemat bukan berarti harus makan mi instan terus selama jadi pengangguran. Makan merupakan kebutuhan penting, tidak bisa dihilangkan, namun dapat dikurangi atau diturunkan kualitasnya. Contohnya, dari sebelumnya makan tiga kali sehari, jadi dua kali sehari. Atau dari yang tadinya lauk ayam, ikan, atau daging diganti dengan tahu tempe. Beli bahan pangannya pun tak perlu yang bermerek. Cari yang harganya murah atau curah, tetapi tidak mengurangi rasanya. Misal minyak goreng, kecap, gula, beras, atau lainnya. Kemudian masak sendiri di rumah. Selain lebih hemat, juga lebih sehat dan sesuai selera kamu. Anggaran makan masuk dalam alokasi 50 persen.

3. Lupakan keinginan tidak penting

Keinginan pada dasarnya kebutuhan yang masih bisa ditunda. Bila keuangan sedang ‘berdarah-darah,’ jangan egois memikirkan keinginan, apalagi buat senang-senang. Lupakan baju baru, sepatu baru, ponsel baru, makan di kafe, jajan kopi kekinian. Ini bukan waktu yang tepat menghambur-hamburkan uang. Keinginan seperti itu sebaiknya dihilangkan.

4. Hindari belanja pakai kartu kredit

Meski dalam kondisi terdesak, uang sudah habis, sebaiknya hindari belanja menggunakan kartu kredit. Karena jika kamu tidak bisa membayar tagihan, bunganya akan terus bergulung. Baca Juga: 3 Nasihat Keuangan Terbaik untuk Kamu yang Akan Menikah

5. Bekerja paruh waktu

Uang lama-lama bakal habis kalau tidak ada pemasukan sama sekali. Sebab pengeluaran atau biaya hidup jalan terus. Karena mungkin saja kamu menganggur tidak hanya sebulan, tetapi dua bulan, tiga bulan, bahkan amit-amit sampai setahun. Jika kamu belum juga dapat panggilan kerja atau diterima kerja, jangan gengsi bekerja paruh waktu. Apapun yang bisa kamu lakukan selagi halal, jalankan. Minimal dapat penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makan dan bayar kewajiban. Semisal jadi freelancer, daftar jadi driver ojek atau taksi online, reseller, dan lainnya.

6. Ikut job fair virtual gratis

Dalam situasi seperti ini, kamu harus pintar-pintar mencari kesempatan dalam kesempitan. Bila ingin melamar kerja, ikuti job fair atau bursa kerja gratis yang diadakan Kementerian Ketenagakerjaan, kampus, atau institusi lain. Biasanya cara tersebut tidak memakan biaya besar, karena banyak perusahaan yang melakukan tes wawancara pada saat berlangsungnya job fair. Jadi, kamu tak perlu keluar banyak uang untuk menghadiri panggilan interview.

7. Menghabiskan waktu di rumah

Selama jadi pengangguran, ada baiknya kamu lebih banyak di rumah. Menghabiskan waktu untuk beberes, menyelesaikan pekerjaan paruh waktu, menerima pesanan online, atau menebar lamaran kerja online. Kalau memang terpaksa keluar rumah, pastikan hanya untuk memenuhi panggilan wawancara kerja misalnya. Setelah itu, kembali ke rumah dan tidak keluyuran ke mana-mana, apalagi sampai tergoda jajan di luar atau belanja yang tidak penting.

8. Siapkan dana cadangan

Tidak mempersiapkan dana darurat adalah kesalahan besar dalam mengelola keuangan. Seperti yang sedang kamu alami saat ini. Nganggur tapi tidak punya dana darurat. Walaupun keuanganmu lagi pas-pasan sekali, jangan ulangi kesalahan yang sama. Kamu tetap harus mengalokasikan uang untuk dana cadangan. Gunakan 20 persen dari sisa uang sebagai dana cadangan, seperti buat jaga-jaga jika sakit, kecelakaan, atau kebutuhan mendesak lain. Mungkin juga untuk biaya transport atau beli bensin dalam rangka mencari kerja.
Kelola Uang dengan Tepat agar Hidup Tenang Menganggur seperti mimpi buruk. Apalagi buat kamu yang sudah terbiasa bekerja. Namun setiap orang pasti pernah memiliki masa-masa sulit dalam hidupnya, termasuk jadi pengangguran. Tetapi kamu akan ditimpa masalah keuangan bila tidak mengelola uang dengan cara yang tepat. Sisa uang bakal cepat habis, sementara belum dapat kerja. Oleh karenanya, tetap berusaha mencari pekerjaan baru sambil konsisten menata keuangan dan disiplin berhemat. Dengan begitu, meskipun masih menganggur, keuangan tetap aman dan kebutuhan hidup bisa terpenuhi – PT RIFAN

Sumber : kompas.com

Rifan Bandung

Leave a Reply