RIFAN FINANCINDO – 2 Spesies Baru Kelelawar Bermuka Anjing

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – 2 Spesies Baru Kelelawar Bermuka Anjing

RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Penemuan spesies baru mungkin bukanlah sesuatu yang istimewa dalam dunia sains. Tapi temuan spesies baru di Ekuador dan Panama, Amerika Selatan ini tetap mencuri perhatian.

Pasalnya hewan yang ditemukan tersebut adalah kelelawar bermuka anjing. Tak hanya satu, melainkan dua spesies langsung.

Sebenarnya, kelelawar bermuka anjing bukan pertama kali ditemukan. Selama lebih dari 50 tahun, para ilmuwan percaya hanya ada 6 spesies kelelawar bermuka anjing.

Dengan ditemukan kedua spesies baru ini, maka jumlah spesies unik itu sekarang menjadi 8. Kedua spesies baru tersebut adalah kelewar bemuka anjing Freeman (Cynomops freemani) dan kelelawar bermuka anjing Waorani (Cynomops tonkigui) yang ditemukan pada 2012.

Menemukan kedua spesies ini bukanlah perkara mudah. Itu karena kelelawar bermuka anjing diketahui terbang dengan sangat cepat sehingga sulit ditangkap dan dipelajari.

Tak kehabisan akal, para peneliti menggunakan jaring kabut khusus untuk menangkap kelelawar ini. Dengan alat itu, mereka berhasil menangkap 56 kelelawar berwajah anjing Freeman.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Mammalian Biology ini juga menjelaskan bahwa para peneliti sempat merekam panggilan yang mereka gunakan untuk echolocation (pengunaan suara yang dipantulkan untuk mendeteksi kondisi lingkungan sekitar). Panggilan tersebut biasanya digunakan oleh kelelawar ini untuk mencari mangsa.

Meski berhasil menangkap kedua spesies baru itu, para peneliti tak langsung tahu bahwa keduanya adalah spesies berbeda.

“Semua kelelawar genus Cynomops (kelelawar bermuka anjing) terlihat mirip satu sama lain,” ungkap Thomas Sattler, mahasiswa postdoctoral di University of Ulm, Jerman dikutip dari Smithsonian Insider, Senin (15/01/2018).

“Setelah mengkarakterisasi bentuk tubuh dari 242 ekor kelelawar bermuka anjing dari koleksi museum di seluruh Amerika dan Eropa, membandingkan DNA, dan menambahkan pengamatan lapangan termasuk rekaman suara, kami menganggap ada 8 spesies dalam kelompok ini, dua di antaranya baru dalam sains,” kata Ligiane Moras, penulis utama penelitian ini.

Kelelawar bermuka anjing Freeman dinamai berdasarkan peneliti bernama Patricia Freeman. Sedangkan kelelawar bermuka anjing Waorani dinamai dari suku Waorani di Ekuador.

Seperti yang diketahui, kelelawar bermuka anjing sangat sulit untuk ditangkap sehingga membuatnya sulit dipelajari. Untungnya, koleksi museum yang dikombinasikan dengan teknologi baru dapat membuka pemahaman lebih lanjut tentang hewan ini, ungkap para peneliti.

Temuan ini juga mendapatkan tanggapan dari peneliti lainnya, yaitu Rachel Page dari Smithsinian Tropical Research Institute.

“Penemuan dua spesies baru Cynomops sangat menarik. Alat molekuler dikombinasikan dengan pengukuran morfologi yang teliti membuka pintu baru terhadap keragaman kelompok yang belum banyak dipahami ini,” ungkap Page.

“Penemuan ini menimbulkan pertanyaan, apakah ada spesies baru di luar sana, tepat di depan mata kita? Keanekaragaman baru apa yang belum ditemukan?” sambungnya.

sumber : sains.kompas.com

IT RFB BDG