Belajar Analisa Teknikal

Technical-Analist

OUTLINE : BELAJAR ANALISA TEKNIKAL

BAGIAN PERTAMA (PENDAHULUAN)

Pendahuluan

Filosofi

Analisa Teknikal

Prediksi Teknikal Versus Fundamental

Langkah Awal

BAGIAN KEDUA (BENTUK CHART)

Tipe Chart

Volume

Open Interest

Pemilihan Periode Chart

BAGIAN KETIGA (KONSEP DASAR TREN)

Definisi Tren

Support & Resistance

Pivot Point

Garis Tren (Trendlines)

Channel Line

Pergantian Tren (Reversal Trend)

Pergantian Tren Sesaat (Retracement Level)

Celah Harga (Gapping/Windows)

BAGIAN KEEMPAT (POLA CHART)

Pola Pergantian Tren (Reversal Patterns)

Pola Tren Kontinyu (Continuation Patterns)

BAGIAN KELIMA (OSILATOR)

Relative Strenght Index (RSI)

Stochastics

Moving Average Convergance/Divergance (MACD)

Commodity?Channel Index

Rate of Change (ROC)

BELAJAR ANALISA TEKNIKAL BAGIAN PERTAMA (PENDAHULUAN)

Investor yang bermain di bisnis indeks atau forex selalu berharap menjadi pemenang, yaitu mendapatkan untung besar dengan risiko sekecil mungkin, namun kenyataannya masih banyak dari mereka sulit untuk meraihnya. Sebaliknya malah menjadi pecundang, dan andaikan dapat meraih keuntungan namun terkadang masih sulit mempertahankan keuntungan tersebut. Umumnya naluri greedy (ketamakan) investor sering muncul, yaitu dengan mencoba menambah jumlah lot transaksinya baik dalam kondisi potensial rugi maupun potensial untung. Kondisi tersebut telah menandakan investor telah diliputi kecemasan (emosi) dan ketidakdisiplinan, akibatnya hasil yang didapat investor adalah rugi. Kesalahan investor juga bisa dikarenakan waktu (timing) yang kurang tepat, tidak mendeteksi tren pasar dengan baik, atau karena tidak ingin keputusan transaksi yang telah terlanjur diambil keluar begitu saja tanpa hasil/rugi, namun tanpa disadari keputusan tersebut sedang melawan arus pasar. Pernyataan ?The market is always right? masih diyakini oleh banyak pelaku pasar, namun kenyataannya banyak investor yang salah dalam membaca kondisi pasar. Masalah tersebut sebenarnya dapat diidentifikasi dengan menggunakan banyak cara, salah satunya dengan analisa teknikal. Bagaimana analisa teknikal tersebut bekerja dengan baik dan membantu mengidentifikasi sebelum investor mengambil keputusan? Berikut akan kami jelaskan beberapa bagian dalam mempelajari analisa teknikal dasar.

FILOSOFI ANALISA TEKNIKAL

Sebelum belajar tentang analisa teknikal, ada baiknya anda perlu mengetahui terlebih dahulu definisi dan filosofi yang menjadi dasar dari analisa teknikal. Sehingga nantinya akan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai perbedaan antara analisa teknikal dan analisa fundamental. Definisi analisa teknikal, adalah studi tentang pergerakan pasar dengan menggunakan gambar grafik (charts) sebagai alat utamanya untuk memprediksi tren harga. Sumber informasi utama yang diperlukan untuk mengetahui ?pergerakan pasar? oleh analis teknikal adalah harga, volume, dan open interest, (Open interest hanya digunakan untuk futures dan options). Bedakan istilah ?pergerakan pasar? dengan ?pergerakan harga? yang sering digunakan, karena pengertian pergerakan harga lebih sempit dan hanya terbatas pada harga saja. Sebab, semua analis teknikal memasukkan volume dan open interest sebagai bagian yang terpenting untuk menganalisa pasar. Ada tiga hal yang digunakan sebagai asumsi dasar analisa teknikal yaitu:

1. Market action discounts everything.

2. Prices move in trends

3. History repeats itself

Market Action Discounts Everything

Pernyataan yang dimaksud adalah bahwa kenaikan dan penurunan harga di pasar merupakan cerminan dari semua kejadian seperti kondisi fundamental, ekonomi, politik, psikologi, dll. Pernyataan ini mungkin membingungkan untuk mereka yang berpegang pada definisi analisa teknikal karena memasukkan unsur fundamental dalam asumsi ini. Mengapa demikian? Pada awalnya para analis teknikal hanya mengakui bahwa pergerakan harga mencerminkan perubahan dalam penawaran dan permintaan (supply and demand). Jika permintaan melebihi penawaran maka harga akan naik, sebaliknya jika penawaran lebih besar dari permintaan maka harga akan turun dan ini merupakan dasar dalam memprediksi harga berdasarkan ekonomi dan fundamental. Kemudian mereka menghidupkan pernyataan yang agak mengejutkan dengan menyimpulkan bahwa jika harga naik, apapun alasan spesifiknya, permintaan harus melebihi penawaran dan fundamental harus terjadi bullish. Jika harga turun berarti fundemental sedang mengalami bearish. Komentar ini telah memasukkan unsur fundamental, seharusnya tidak demikian dalam konteks diskusi analisis teknikal. Setelah muncul pandangan tersebut, para analis teknikal secara tidak langsung telah belajar tentang fundamental pasar. Kebanyakan dari mereka setuju bahwa itu adalah kekuatan yang mendasari permintaan dan penawaran, yaitu fundamental ekonomi pasar yang menyebabkan pasar mengalami bullish maupun bearish. Dengan demikian, grafik tidak dengan sendirinya menyebabkan pasar untuk bergerak ke atas atau ke bawah. Seperti diketahui bahwa aturannya untuk para analis teknikal yang juga disebut chartist (orang yang mengandalkan grafik sebagai alat analisa) tidak peduli terhadap alasan mengapa harga naik atau turun. Pendekatan teknikal terkadang terlalu sederhana digunakan oleh chartist dalam memberikan pendapat dengan mempelajari grafik harga dan sejumlah pendukung indikator teknis. Pada akhirnya chartist menyadari bahwa ada banyak alasan yang menyebabkan pasar bergerak naik atau turun, namun mereka tidak melihat semua alasan tersebut menjadi hal yang terpenting untuk proses mereka dalam memprediksi pasar.

Price Move In Trends

Konsekuensi yang terpenting dari pernyataan ini adalah tren selalu bergerak dalam arah yang sama dan berkelanjutan sebelum terjadi pembalikan arah. Konsep tren adalah sangat penting untuk pendekatan teknikal. Kenyataanya bahwa pasar bergerak dalam suatu tren, tidak ada hal lain. Jarang analis teknikal untuk melawan tren pasar yang sedang terjadi, dan mereka mempercayai ?Trend is your friend?. Tujuan mereka dengan memetakan pergerakan harga pasar dalam sebuah grafik adalah untuk mengidentifikasi tren sebagai tahap awal, yang kemudian dikembangkan untuk perdagangan dengan mengikuti arah tren tersebut. Sebagian besar teknik yang digunakan dalam pendekatan ini adalah mengikuti tren secara natural, yang berarti bahwa keinginan mereka adalah untuk mengidentifikasi dan mengikuti tren yang ada.

History Repeats Itself

Peristiwa masa lalu akan berulang kembali, pernyataan ini bermuatan psikologi yang menggambarkan bahwa manusia pada dasarnya memiliki pola perilaku yang cenderung serupa dan berulang dari waktu ke waktu. Banyak hal dari analisis teknikal dan studi pergerakan pasar harus dilakukan dengan studi psikologi manusia. Pola grafik misalnya, yang diidentifikasi dan dikategorikan selama seratus tahun terakhir telah mencerminkan bermacam bentuk atau pola tertentu yang muncul pada grafik harga. Pola grafik tersebut mengungkapkan psikologi pasar sedang bullish atau bearish. Karena pola grafik tersebut telah terjadi dan bekerja baik di masa lalu, maka diasumsikan bahwa pola itu akan berulang kembali di masa depan. Hal ini didasarkan pada studi psikologi manusia yang cenderung tidak berubah. Dengan kata lain adalah bahwa kunci untuk memahami masa depan terletak dalam studi masa lalu, atau bahwa masa depan hanyalah pengulangan dari masa lalu.

PREDIKSI TEKNIKAL VERSUS FUNDAMENTAL

Jika konsentrasi analisis teknikal berupa studi pergerakan pasar, maka analisis fundamental fokus pada kekuatan ekonomi penawaran dan permintaan (supply and demand) yang menjadi penyebab harga bergerak di level tertinggi, terendah, atau tetap. Pendekatan fundamental mengkaji semua faktor yang relevan yang mempengaruhi harga pasar untuk menentukan nilai intrinsik pasar tersebut. Yang dimaksud nilai intrinsik adalah nilai pasar sesungguhnya, dan secara fundamental telah mengindikasikan benar-benar sesuai dengan hukum penawaran dan permintaan. Jika harga pasar saat ini berada di atas nilai intrinsik, maka harga pasar adalah terlalu mahal dan harus dijual. Dan jika harga pasar berada di bawah nilai intrinsik, maka harga pasar terlalu murah dan tentunya harus dibeli. Analisa fundamental lebih dahulu dikenal dibandingkan analisa teknikal. Pada prinsipnya, analisa fundamental mempelajari berbagai hal kinerja keuangan dari suatu emiten, kondisi sektor industri, faktor ekonomi makro, dan kebijakan pemerintah. Investor penganut fundamental umumnya melakukan investasi untuk keperluan jangka panjang. Tentunya banyak data dan informasi yang diperlukan untuk analisa fundamental. Analisa teknikal tidak banyak membutuhkan data seperti halnya analisa fundamental. Sumber informasi utama yang diperlukan untuk analisa teknikal adalah harga, volume, dan open interest (bila perlu). Dari data tersebut penganut analisa teknikal sudah dapat melihat naik turunnya pasar. Mereka menganggap bahwa seluruh informasi yang ada (data ekonomi, kinerja emiten, laporan keuangan, psikologi pelaku pasar) telah terefleksikan dari pergerakan pasar tersebut. Supply dan demand yang terjadi di pasar akan dianalisa oleh analis teknikal dengan menggunakan pola, indikator, ataupun metode perhitungan matematis yang dianggap sesuai dengan kondisi pasar. Dapat dikatakan pula bahwa analisa teknikal terdapat unsur seni membaca grafik (chartist) dan unsur scientific. Meski banyak investor masih berpegang pada analisa fundamental saja, atau sebaliknya hanya mengandalkan pada analisa teknikal. Namun tidak sedikit pula dari mereka yang sudah mengkombinasikan kedua analisa tersebut untuk memprediksi pergerakan pasar selanjutnya. Untuk penganut terakhir dapat dikatakan lebih bijaksana, bahwa fundamental mereka gunakan untuk keperluan jangka panjang, sedangkan analisa teknikal digunakan sebagai timing keputusan investasinya.

LANGKAH AWAL

Untuk mempelajari analisa teknikal, terlebih dulu kita harus mendapatkan bahan bakunya, yaitu data historis harga pasar, meliputi harga open, high, low, close, berikut volume dan open interest, yang kemudian data historis tersebut diwujudkan dalam sebuah chart (grafik) dengan menggunakan software tertentu, misal: metastock offline. Saat ini sudah ada beberapa penyedia layanan secara online (misal: metastock, telequote, reuters, bloomberg) yang dapat melihat chart tanpa harus mengisi semua data harga tersebut secara manual. Bila chart sudah dapat ditampilkan, pengguna tinggal bereksperimen dengan berbagai macam alat yang disediakan untuk mengidentifikasi tren chart ataupun pola chart tersebut.

– Sumber : Bisnisindeks.com

admin sai