Biasakan Menabung Sedari Dini

RIFAN FINANCINDO – Biasakan Menabung Sedari Dini

RIFAN FINANCINDO BANDUNG –“Bing beng bang yuk, kita ke bank

Bang bing bung yuk, kita nabung

Tang ting tung hei, jangan dihitung

Tau-tau kita nanti dapat untung”

Sepenggal lirik lagu tahun 90-an tersebut pasti masih melekat di benak kita. Lagu sederhana yang tidak hanya enak didengar, namun sarat akan ajakan untuk memulai menabung – salah satu kebiasaan baik yang perlu diperkenalkan dan dimulai sejak dini. Selain melalui lagu, ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperkenalkan dan mengajak anak-anak mulai menabung.

Salah satu cara yang dilakukan oleh salah satu bank swasta nasional terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) adalah dengan mengunjungi dan memberikan edukasi mengenai menabung bagi siswa-siswi sekolah dasar di Pringgabaya, Lombok Timur, NTB dan Gondanglegi, Malang, Jawa Timur. Ini merupakan salah satu kegiatan sosial Bakti BCA pilar solusi cerdas.

Sebagai salah satu institusi keuangan di Indonesia, BCA berkomitmen untuk membagikan pengetahuan dan keterampilan perencanaan keuangan sejak usia dini, salah satunya melalui kebiasaan menabung. Diharapkan, para siswa memiliki gambaran dan pengetahuan yang utuh tentang manfaat melakukan perencanaan keuangan sedari dini.

Apabila pelajar sudah mendapatkan edukasi mengenai literasi keuangan, mereka akan lebih mudah mengelola keuangan dengan mengakses layanan dan fasilitas keuangan, termasuk di antaranya tabungan.

Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk memulai kebiasaan menabung pada siswa. Salah satunya dimulai dengan mengatur uang saku. Misalnya, ketika siswa diberikan uang saku Rp10.000,- per hari, maka mereka mulai menentukan berapa banyak uang saku untuk ditabung dan berapa banyak uang saku untuk jajan.

Bahkan orang tua dapat turut mendorong mereka untuk menyisihkan uang saku mereka untuk ditabung. Orang tua yang tegas akan menanamkan jiwa disiplin siswa untuk mengatur keuangan sejak dini.

Selanjutnya, siswa perlu ditanamkan mindset untuk memiliki target atau keinginan. Pemikiran ini akan mendorong siswa untuk menabung sebelum membeli. Ke depannya, ketika mereka memiliki keinginan, maka mereka tidak akan meminta kepada orang tua, namun berusaha sendiri untuk mewujudkannya.

Jiwa gigih dan tekun siswa ini menjadi nilai tambah tersendiri dari membangun kebiasaan menabung. Misalkan saja saat siswa sedang menginginkan sepeda baru untuk pergi ke sekolah, maka mereka akan menerapkan perhitungan uang saku yang mereka sisihkan setiap harinya.

Dengan menabung Rp5.000,- per hari, maka mereka memiliki target Rp50.000,- dalam sepuluh hari. Selanjutnya, target tabungan siswa akan semakin meningkat dari waktu ke waktu, seiring dengan peningkatan jumlah uang saku mereka.

Kebiasaan untuk menabung akan semakin baik lagi apabila siswa diajak oleh orang tua mereka untuk menabung ke bank. Ketika siswa ke bank, maka mereka akan merasa seperti nasabah yang memiliki tanggung jawab tersendiri untuk mengelola uang dan menabung.

Siswa akan semangat untuk kembali ke bank dan menyerahkan uang tabungan mereka sendiri ke petugas bank.Sungguh menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Orang tua perlu mendampingi dan memperlihatkan jumlah saldo yang dimiliki oleh siswa agar tahu apabila tabungannya bertambah banyak.

“Perencanaan keuangan, khususnya melalui kebiasaan menabung perlu diperkenalkan kepada masyarakat sejak dini. Siapa saja bisa menabung, tidak hanya para pekerja, namun juga pelajar. Semakin dini pelajar menyadari manfaat menabung, maka semakin besar manfaatnya untuk masa depan mereka. Sehingga ke depannya dapat mengandalkan tabungan sendiri, tidak bergantung kepada orang tua mereka,” jelas Rudy Tinton Soeprapto – Kepala BCA KCU Lombok dalam acara edukasi mengenai menabung bagi siswa-siswi sekolah dasar di Pringgabaya, Lombok Timur, NTB.
Dari kecil kita mulai menabung

Supaya hidup kita beruntung

Mau keliling dunia ada uangnya

Juga untuk membuat istana

 

sumber : merdeka.com

IT RFB BDG