Cara Google Bangun Kerajaan Bisnis Virtual Reality

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jadi penguasa di lini sistem operasi smartphone dengan Android, dan penguasa smartwatch lewat Android Wear, ternyata tak cukup membuat Google puas. Mereka pun ingin jadi penguasa juga di teknologi virtual reality (VR).
Saat ditemui detikINET di ajang Google I/O 2016 di Mountain View, California, Amerika Serikat, terkuak sebuah alasan mengapa Google sampai ikut terjun untuk mendesain standardisasi perangkat khusus VR.

Menurut Vice President Virtual Reality Google, Clay Bavor, hal itu tak lain demi mendapatkan performa VR terbaik, khususnya setelah Android N diadopsi masyarakat dalam waktu dekat.

“Sejak pertama kali hadir dengan Cardboard, kami percaya bahwa VR itu seharusnya memang mobile dan mudah dijangkau oleh semua orang,” kata Clay Bavor dalam sebuah sesi di Shoreline Amphiteater.

Menurutnya saat ini, sudah ada tiga miliar pengguna smartphone di dunia saat ini, dan mayoritas menggunakan sistem operasi Android. Namun sayangnya, belum semua menggunakan fitur VR.

“Tapi sudah ada 50 juta pengguna yang menginstal aplikasi untuk Google Cardboard di ponselnya,” kata Clay Bavor.

Diakui olehnya, hal itu karena belum ada standardisasi perangkat VR di pasaran. Tiap produsen berlomba menciptakan versi mereka masing-masing. Google pun segera melihat hal itu sebagai peluang baru.

Maka, diperkenalkanlah DayDream. Sebuah platform yang digarap Google untuk menyatukan dunia VR. Jadi kalau di ponsel atau tablet ada Android, di smartwatch ada Android Wear, maka di segmen VR nantinya akan dibekali DayDream.

Daydream sendiri dibangun di atas Android N namun dengan optimalisasi yang diarahkan untuk performa VR. Namun secara umum, Daydream nantinya akan menjadi ekosistem yang hadir di tiga hal, yakni headset, controller, dan smartphone.

Untuk perangkat kerasnya, Google mengaku sudah bekerjasama dengan beberapa produsen handset yang bakal menambahkan komponen spesifik, seperti sensor dan layar, ke perangkat mereka yang akan datang agar Daydream-ready.

Beberapa yang disebutkan termasuk Samsung, HTC, ZTE, Huawei, Xiaomi, Alcatel, Asus dan LG. Selain tentunya dukungan di sisi komponen dari Mediatek, ARM, Qualcomm dan Imagination Technologies.

Google juga akan segera membagikan reference design untuk headset dan controller Daydream ke pemanufaktur Android. Namun di sisi lain, perusahaan asal Mountain View itu juga akan merilis headset dan controller Daydream buatannya sendiri.

Menurut Clay Bavor, selain demi mendapatkan performa VR terbaik, satu lagi yang jadi perhatian Google adalah soal kenyamanan. Itu yang jadi alasan Google menyusun desain headset Daydream dan berencana menghadirkan versi mereka sendiri ke pasaran.

Sedangkan untuk kontrolernya, Bavor mengatakan selama ini kendali di perangkat VR memang masih kurang sempurna. Controller terpisah dengan sensor gerak akan memungkinkan aktivitas yang lebih luwes tanpa harus kita memagut-magutkan kepala kita saat ada di dunia VR.

Bakal seperti apa ponsel dan perangkat Daydream Google nantinya? Kita masih harus sabar menunggu. Sebab Google sendiri masih terus berkoordinasi dengan para produsen smartphone, produsen handset VR, produsen controller, dan tentu saja, dengan para pengembang aplikasinya.

IT RFB BDG