PT Rifan Financindo – Cara Mengatur Keuangan Dan Investasi Bagi Pekerja Dengan Gaji UMR

Cara Mengatur Keuangan Dan Investasi Bagi Pekerja Dengan Gaji UMR – PT Rifan Financindo

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Mengelola keuangan bulanan, terutama dalam masa pandemi seperti saat ini bisa menjadi tantangan banyak orang. Termasuk bagi pekerja dengan gaji upah minimum regional (UMR). Sebab apabila salah dalam mengelola atau tidak hati-hati, bisa terkuras sebelum akhir bulan atau berganti ke bulan berikutnya.
Lalu, bagaimana cara atau tips mengelola keuangannya?, umumnya keuangan terbagi menjadi beberapa pos pengeluaran. Pos-pos pengeluaran itu antara lain pos pengeluaran untuk kebutuhan hidup, cicilan utang, tabungan, investasi, dan asuransi
Umumnya keuangan terbagi menjadi beberapa pos pengeluaran. Pos-pos pengeluaran itu antara lain pos pengeluaran untuk kebutuhan hidup, cicilan utang, tabungan, investasi, dan asuransi.
Namun, untuk memudahkan biasanya dapat dibagi menjadi metode 40-30-20-10, dengan rincian sebagai berikut: 40 persen untuk kebutuhan hidup 30 persen untuk pembayaran cicilan utang produktif 20 persen untuk tabungan dan investasi 10 persen untuk pengeluaran asuransi.

Apabila pekerja bergaji UMR, sebaiknya nilai pengeluaran cicilan dibatasi menjadi hanya maksimal 20 persen dari penghasilan. Hal ini dilakukan agar cicilan tidak memberatkan arus kas yang ujung-ujungnya membuat sulit untuk menabung dan prioritas penting lainnya Oleh karena itu, skema pembagian pos-pos pengeluaran menjadi berbeda dengan sebelumnya.
Berikut ini rinciannya: 60 persen untuk kebutuhan hidup 20 persen untuk cicilan produktif 10 persen untuk tabungan dan investasi 10 persen untuk asuransi.

Dana darurat

Sebelum berinvestasi sebaiknya mempertimbangkan pondasi keuangannya juga. Apakah dana darurat sudah dimiliki, proteksi kesehatan sudah tersedia atau belum. “Dana darurat itu masuk dalam pos menabung dan investasi,” ujar Budi. Jadi, prioritas menabung saat misalnya gaji masih UMR adalah menabung untuk memenuhi mengisi dana darurat terlebih dahulu. Setelah memenuhi misalnya 3 bulan pengeluaran, maka baru dapat memutuskan untuk merencanakan investasi atau mencicil suatu aset produktif.

Investasi

investasi yang bisa dicoba bagi pekerja dengan penghasilan pas UMR yakni reksadana.

Investasi reksadana tentunya sudah sangat terjangkau bahkan untuk mereka yang punya penghasilan UMR,” ujar Budi. “Karena nilainya investasi bisa sangat murah mulai dari Rp 100.000 bahkan beberapa ada yang bisa dibeli lebih rendah daripada itu,” lanjut dia. Dalam pos asuransi, jika di perusahaannya pekerja itu sudah menjadi anggota BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan maka dapat dialokasikan untuk menambah kemampuan menabung. Kemudian, pahami juga mengenai produk investasi, legalitas, kesesuaian dengan profil berinvestasi kita dan tujuan investasinya. Budi menambahkan, reksadana dengan risiko rendah seperti reksadana pasar uang dapat menjadi langkah awal belajar investasi di reksadana tersebut.

Investasi pakai uang dingin Sementara itu, perencana keuangan dari Advisors Alliance Group, Andy Nugroho mengatakan, prinsip berinvestasi itu adalah “memarkir uang dingin” yang dimiliki ke dalam suatu instrumen investasi selama beberapa lama agar berkembang makin besar jumlah dan nilainya. Artinya, uang dingin itu adalah ketika keberadaannya tidak bisa diakses dengan cepat ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, maka kita tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan lainnya. “Nah berarti syaratnya berinvestasi adalah yang digunakan bukanlah uang untuk kebutuhan sehari-hari
Dengan begitu, jika kebutuhan sehari-hari belum dapat terpenuhi dengan baik, maka sebaiknya jangan berinvestasi lebih dulu. Di sisi lain, ketika belum bisa berinvestasi, maka tetap perlu menyisihkan untuk ditabung ataupun dana darurat.
Sebab, sifat dana darurat ini harus dapat segera dan mudah untuk diakses sewaktu-waktu akan digunankan. “Dalam jangka panjang dana ini tentu akan bergulung terus semakin besar dan menguntungkan kita sendiri – PT RIFAN FINANCINDO
Sumber : kompas.com

Rifan Bandung