RIFANFINANCINDO – Sentimen Mereda, IHSG Diramal ke

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Sentimen Mereda, IHSG Diramal ke

RIFANFINANCINDO BERJANGKA – IHSG Masih Lunglai Terkena Imbas Perang Dagang

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan dibukukan ke zona merah pada perdagangan saham Rabu (4/9/2019).

Riset KGI Sekuritas menyebutkan, sentimen negatif dari regional sudah mulai mereda sehingga kaum banteng percaya lagi untuk melakukan pembelian saham big cap dan lapis dua pilihan.

“Secara teknikal, kami menilai penembusan di atas level 6.350, ini merupakan sinyal bahwa short term tren menjadi lebih strong untuk menunjukan kenaikan hingga 6.410-6.470,” papar Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko dalam risetnya.

Kendati begitu, Riset Artha Sekuritas berkata lain. Pihaknya menilai, indeks masih minim sentimen untuk melaju ke zona positif.

“Sejauh ini masih minim sentimen yang mampu mendorong penguatan. Investor juga akan mengantisipasi beberapa data perekonomian Amerika Serikat,” ujar Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper.

Hari ini, pihaknya memproyeksi IHSG akan diperdagangkan dalam rentang support dan resistance di level 6.237-6.299.

Rekomendasi Saham

Ditengah sepi sentimen, Artha Sekuritas merekomendasikan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS),PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Di sisi lain, KGI Sekuritas menganjurkan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), serta saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

IHSG Masih Lunglai Terkena Imbas Perang Dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih bergerak lesu pada perdagangan Rabu (4/9). Hal itu dikarenakan sentimen negatif perang dagang antara AS dan China masih terasa.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher Jordan mengatakan AS dan China baru saja memberlakukan tarif tambahan untuk impor barang masing-masing negara pada 1 September 2019.

Selain itu, IHSG minim sentimen positif. “Ada potensi pelemahan dalam jangka pendek,” ujarnya dalam riset tertulis, Rabu (4/9).

Di samping itu, ia bilang investor masih mengantisipasi data perekonomian AS. Data-data tersebut akan mempengaruhi kebijakan yang sekiranya diambil pemerintah Negeri Paman Sam.

Ia memprediksi IHSG pada hari ini bergerak di rentang support 6.212-6.237 dan resistance 6.299-6.336.

Di tengah pelemahan itu, ia merekomendasikan beli untuk saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) dengan target harga di rentang Rp2.080-Rp2.120 per saham.

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya melanjutkan investor bisa memanfaatkan koreksi wajar untuk mengakumulasi saham. Sebab, pola gerak IHSG dalam jangka panjang masih menunjukkan potensi penguatan.

“IHSG diprediksi bergerak di 6.187-6.372,” katanya.

IHSG terpantau melemah selama dua hari berturut-turut. Pada penutupan perdagangan Selasa (3/9), indeks turun 0,46 persen ke posisi 6.261.

Mengutip Reuters, saham-saham utama Wall Street jatuh pada perdagangan Selasa (3/9). Dow Jones turun 285,26 poin atau 1,08 persen menjadi 26.118. Lalu, S&P 500 turun 20,19 poin atau 0,69 persen menjadi 2.906, dan Nasdaq Composite turun 88,72 poin atau 1,11 persen menjadi 7.874.

Pemicunya adalah kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan global setelah data aktivitas pabrik AS menyusut pada Agustus untuk pertama kalinya sejak 2016.

Indeks aktivitas pabrik AS secara nasional turun menjadi 49,1 atau lebih rendah prediksi analis yang disurvei Reuters, yakni 51,1.

sumber : bisnis.liputan6.com

IT RFB BDG