PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG | Laba-laba Pendatang Baru dari

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG | Laba-laba Pendatang Baru dari Australia, Laba-laba Bob Marley

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG | Penamaan spesies baru biasanya terinspirasi juga dari nama manusia. Seperti nama spesies cecak Cnemaspis purnamai asal Bengkuyang diambil dari nama Basuki Thahaja Purnama sebagai penghargaan atas kepemimpinan Ahok di Belitung Timur dan DKI Jakarta.

Selain cecak, di Australia juga ada hewan yang namanya terinspirasi dari seoran tokoh. Itu adalah spesies laba-laba semi akuatik yang ditemukan di pantai Australia, Desis bobmarleyi.

Tidak salah lagi, nama laba-laba ini memang terinspirasi dari musisi reggae legendaris, Bob Marley, beserta lagunya yang berjudul High Tide or Low Tide.

“Lagu High Tide or Low Tide menyuarakan cinta dan persahabatan melalui semua perjuangan hidup,” kata Dr Barbara Baehr, pakar laba-laba dari Museum Queensland, dilansir Independent Jumat (22/12/2017).

“Ini adalah musik yang mengiringi perjalanan ke Port Douglas di pesisir Queensland, Australia, untuk mengumpulkan laba-laba dengan ilmu biologi yang sangat unik,” tambah dia.

D. bobmarleyi ditemukan berjalan cepat di atas karang yang terpapar oleh arus surut di pantai Australia. Arthropoda ini termasuk keluarga laba-laba laut dengan perilaku khusus yang memungkinkan mereka bertahan saat berendam di air.

Perilaku ini merupakan penyesuaian terhadap gaya hidup bawah laut dengan bersembunyi di kantung berisi udara di rongga baru, kerang, dan rumput laut.

Hal ini dilakukaan D. bobmarleyi saat air pasang naik dan rumah-rumah mereka tergenang air. Untuk mengatasinya, D. bobmarleyi membangun kamar sutera di kantong berisi udara dan menyegel diri mereka sendiri di sana. Dengan begitu, mereka dapat bernapas.

Saat air surut datang, D. bobmarleyi akan ke luar dan memangsa makhluk-makhluk kecil yang tinggal di darat. Rahang besar D. bobmarleyi jadi andalan utama saat mengunyah mangsanya.

Deskripsi D. bobmarleyi telah dipublikasikan di jurnal Evolutionary Systematics pada 22 Desember 2017. Spesimen jantan dan betina ditemukan hidup di karang di sepanjang garis pantai di Karang Penghalang Besar.

Temuan tersebut akan menambah informasi terkait laba-laba semi akuatik. Dua kerabat laba-laba yang lebih dulu ditemukan, di Samoa dan Australia Barat, belum dipahami secara menyeluruh.

Laba-laba laut juga menghadapi risiko kehilangan besar secara populasi. Dr Mike Gray di Museum Australia, dalam blognya menjelaskan bahwa laba-laba laut pernah menjadi penghuni umum di pelabuhan Sydney, namum keberadaannya tak diketahui saat ini.

“Meskipun laba-laba laut diketahui dari banyak wilayah di pantai Australia, tampaknya orang jarang memperhatikannya,” tulis Dr Gray.

“Skenario terburuknya adalah bahwa laba-laba laut secara lokal punah di pelabuhan Sydney,” tutupnya.

sumber : sains.komas.com

IT RFB BDG