Harga Emas Tertekan di Rabu Pagi

RIFAN FINANCINDO – Harga Emas Tertekan di Rabu Pagi

RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Berita commodity dunia di hari Rabu(27/7), harga emas dan perak terpantau alami pemerosotan dengan berdiri pada zona negatif ketika sentimen pasar tengah mengantisipasi hasil pertemuan kebijakan The Fed bulan Juli.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka kontrak Desember telah terpantau anjlok 0.19% di level $1.325.80 per troy ounce di divisi Comex, AS. Pergerakan harga emas pagi ini telah bergerak menyentuh level low di $1.323.95 dan level high di $1.327.60. Di tempat lain, perak berjangka kontrak September telah turun 0.16% di level $19.652 per troy ounce.

Harga emas telah mendapat tekanan untuk alami pelemahan pada pagi ini, kemudian setelah permintaan greenback mengalami peningkatan di sesi sebelumnya akibat laporan fundamental ekonomi AS tadi malam. Dalam sebuah laporan resmi yang dirilis oleh The Conference Board Inc. menyebutkan bahwa kepercayaan konsumen Amerika Serikat mengalami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 97.3 di bulan Juli dari 97.4 di bulan Juni.

Sedangkan laporan fundamental ekonomi Australia pagi ini masih juga belum mampu menekan harga emas mengalami peningkatan kembali. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis Australian Bureau of Statistics menyebutkan bahwa pertumbuhan inflasi konsumen Australia mengalami kenaikan sebesar 0.4% di kuartal dua setelah alami penurunan 0.2% di kuartal sebelumnya.

Sementara itu, pergerakan pasar forex maupun commodity dunia akan kembali diuji kembali ketika terdapatnya serangkaian laporan fundamental ekonomi dari wilayah Eropa hingga Amerika Serikat. Di Eropa, pasar akan disajikan dengan laporan harga impor Jerman, persediaan uang domestik zona euro, dan disusul dengan data pertumbuhan domestik Inggris.

Dari Amerika Serikat, laporan pesanan barang tahan lama dan penjualan rumah akan hadir menjelang perdagangan Wall Street malam ini. Di sisi lain, hasil pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve bulan Juli ini juga tengah menjadi fokus pasar ditengah adanya spekulasi langkah The Fed dalam menaikan tingkat suku bunga miiliknya.

sumber : financeroll.co.id

IT RFB BDG