PT RIFAN FINANCINDO | Harga Minyak Mentah Brent Bertahan

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO | Harga Minyak Mentah Brent Bertahan di Kisaran $ 70

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG | Harga minyak mentah berjangka Brent pada hari Selasa (16/01) berada di sekitar $ 70 per barel, tingkat yang terakhir terlihat sebelum dimulainya penurunan pasar minyak pada akhir 2014.

Harga telah didorong oleh pembatasan produksi di negara-negara OPEC dan Rusia, serta oleh permintaan yang kuat didukung pertumbuhan ekonomi global yang sehat.

Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional untuk harga minyak, telah turun 22 sen menjadi $ 70,04 per barel pada 0213 GMT pada hari Selasa dari penutupan hari sebelumnya. Namun para pedagang mengatakan Brent didukung secara keseluruhan di sekitar level ini.

Brent mencapai $ 70,37 per barel pada hari Senin, terkuat sejak Desember 2014, yang pada awal kemerosotan harga minyak tiga tahun.

Minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) berada di $ 64,53 per barel, naik 23 sen atau 0,36 persen dari penutupan terakhir mereka. WTI mencapai puncak Desember 2014 sebesar $ 64,89 per barel di awal perdagangan.

Dalam upaya untuk memperketat pasar dan menopang harga, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia mulai membatasi produksi pada Januari tahun lalu, dan pemotongan tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga 2018.

Pembatasan ini bertepatan dengan permintaan minyak dan pertumbuhan ekonomi yang sehat, mendorong kenaikan harga minyak mentah lebih dari 13 persen sejak awal Desember.

Minyak mentah berjangka juga didukung oleh melemahnya dolar, yang jatuh ke level terendahnya dalam tiga tahun akhir Senin melawan sekeranjang mata uang utama lainnya.

Melemahnya dolar sering memicu investasi ke komoditas berjangka likuid seperti emas dan minyak mentah.

Faktor utama yang pada akhir 2017 menahan harga minyak mentah, lonjakan produksi A.S., telah terhenti setidaknya untuk sementara karena cuaca dingin di Amerika Utara telah menutup beberapa fasilitas.

Alih-alih mencapai 10 juta bpd bulan ini, seperti yang diperkirakan secara luas, produksi A.S. turun dari 9,8 juta bpd pada bulan Desember menjadi 9,5 juta bpd saat ini.

Meskipun demikian, sebagian besar analis masih memperkirakan produksi A.S. bisa menembus 10 juta bpd segera.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi lemah dengan liburnya pasar AS. Namun jika pelemahan dolar AS berlanjut dapat memberikan penguatan bagi harga minyak.

sumber : vibiznews.com

IT RFB BDG