RIFANFINANCINDO – Wall Street perpanjang rekor tertingg

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Wall Street perpanjang rekor tertingg

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Indeks-indeks utama Wall Street beringsut lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang rekor tertinggi mereka, karena data perumahan dan manufaktur yang kuat meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekonomi AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 31,27 poin atau 0,11 persen, menjadi ditutup pada 28.267,16 poin. Indeks S&P 500 meningkat 1,07 poin atau 0,03 persen, menjadi berakhir di 3.192,52 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 9,13 poin atau 0,10 persen, menjadi ditutup pada 8.823,36 poin.
 
Indeks acuan S&P 500 mencapai rekor tertinggi untuk sesi keempat berturut-turut, membangun kenaikan 27 persen tahun ini, telah didorong oleh kemajuan menuju perjanjian perdagangan AS-China, Federal Reserve (Fed) yang dovish dan optimis didukung indikator ekonomi positif.

Jumlah rumah yang baru dibangun atau housing starts AS meningkat lebih besar dari yang diperkirakan pada November, dan izin bangunan naik ke level tertinggi sejak Mei 2007. Data dari Federal Reserve juga menunjukkan output manufaktur naik lebih dari yang diharapkan pada November, sebagai akhir dari pemogokan di General Motors yang mendorong produksi mobil.

“Sebagian besar data menunjukkan bahwa ekonomi global stabil dan ekonomi AS berada pada pijakan yang kuat,” kata Kepala Strategi Pasar Truist/SunTrust Advisory Services, Keith Lerner di Atlanta. “Pasar telah mengubah kemungkinan risiko resesi lebih rendah.”

Indeks keuangan S&P 500 yang cenderung sensitif secara ekonomi, naik 0,5 persen ke rekor tertinggi didukung data positif. Di antara sektor-sektor utama S&P 500, sektor keuangan menambahkan sebagian besar keuntungan ke indeks acuan.

Saham Home Depot Inc menguat 1,0 persen karena data perumahan dan termasuk di antara dorongan terbesar untuk Dow Jones. Saham saingannya Lowe’s Cos Inc turun 0,6 persen, setelah naik di awal sesi.

Saham Netflix Inc terangkat 3,7 persen, di antara persentase kenaikan terbesar pada S&P 500, setelah penyedia layanan streaming itu mengatakan pada Senin malam (16/12/2019) bahwa pertumbuhan di luar negeri, khususnya bisnis Asia-Pasifik, mengalami percepatan.

Saham Apple Inc menyentuh rekor tertinggi dan berakhir dengan keuntungan marjinal, naik 0,2 persen. Saham FedEx Corp jatuh sekitar 6,0 persen setelah perusahaan pengiriman paket melaporkan hasil kuartalan.

Volume perdagangan di bursa Amerika Serikat mencapai 7,28 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,89 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

sumber : antaranews.com

IT RFB BDG