Ikuti Wall Street, IHSG Dibuka Menguat ke 5.409,53

RIFAN FINANCINDO – Ikuti Wall Street, IHSG Dibuka Menguat ke 5.409,53

RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat pada pembukaan perdagangan Kamis pekan ini, setelah sehari sebelumnya libur untuk memperingati kari kemerdekaan Indonesia. Sentimen dari luar menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Pada pra pembukaan perdagangan saham Kamis (18/8/2016), IHSG melejit 15,92 poin atau 0,30 persen ke level 5.387,76. Indeks saham LQ45 menguat 0,43 persen ke level 926,91.

Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.02 WIB, IHSG menguat 39 poin atau 0,72 persen ke level 5.409,53. Ada sebanyak 105 saham menghijau sehingga mendorong IHSG menguat. Terdapat 22 saham melemah dan 54 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 10.348 kali dengan volume perdagangan 152 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 304 miliar.

IHSG sempat berada di level tertinggi 5.418,83 dan terendah 5.386,12 pada awal sesi perdagangan. Secara sektoral, seluruh sektor saham naik. Saham aneka industri menanjak 4,05 persen, sektor saham perkebunan menguat 1,60 persen dan sektor saham manufaktur naik 1,19 persen.

Pada awal sesi perdagangan investor asing menjalankan aksi beli bersih sekitar Rp 100 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.100.

Saham-saham yang menguat pada awal pekan ini antara lain saham WAPO naik 11,11 persen ke level Rp 60 per saham, saham AIMS menanjak 9,09 persen ke level Rp 240 per saham, dan saham ICON mendaki 8,70 persen ke level Rp 250 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham BEKS turun 10 persen ke level Rp 81 per saham, saham LMSH melemah 9,82 persen ke level Rp 505 per saham, dan saham SUGI merosot 9,64 persen ke level Rp 140 per saham.

Analis BNI Securities Ankga Adiwirasta menjelaskan, Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,12 persen pada perdagangan hari Rabu kemarin. Sementara indeks S&P 500 ditutup menguat 0,19 persen.

“Indeks menguat setelah sejumlah anggota The Fed ingin menaikkan suku bunga segera. Namun demikian para pelaku pasar meyakini dibutuhkan data ekonomi yang kuat untuk acuan kenaikan suku bunga,” jelas dia.

Sementara itu dari kawasan Asia, Indeks Nikkei Jepang dibuka merosot 1,04 persen ke level 16.571,06 Indeks melemah setelah nilai tukar yen Jepang mengalami penguatan

Pengaruh dari bursa Amerika Serikat diprediksi berpengaruh ke IHSG. Indeks diprediksi bergerak menguat dengan potensi masih akan bergerak campuran.?”Indeks berpeluang berada di kisaran 5.330 hingga 5.420,” jelas dia.

Saham-saham rekomendasi antara lain BMRI, ASII, PTBA, WIKA dan BEST.

IT RFB BDG