Indonesia dan Aljazair sepakat kerja sama sektor industri

PT RIFAN FINANCINDO – Indonesia dan Aljazair sepakat kerja sama sektor industri

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Pemerintah Indonesia dan Aljazair sepakat menjalin kerja sama bilateral untuk pengembangan sektor industri. Kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang berisi tentang kerja sama dalam bidang pengembangan sektor Industri antara Kementerian Perindustrian Indonesia dengan Kementerian Perindustrian dan Pertambangan Aljazair.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato menyambut baik terjalinnya kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Aljazair. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat kedua negara.

“Kerja sama di sektor industri ini merupakan yang pertama antar kedua negara, dan akan menjadi payung hukum untuk mempercepat kerja sama berikutnya pada masa mendatang,” kata Airlangga dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (4/8).

Kerja sama ini meliputi industri tekstil, bahan bangunan, furnitur, suku cadang dan komponen, petrokimia dan pupuk, industri berbasis logam, industri berbasis material non-logam, industri berbasis agro, mesin pertanian, peralatan energi, serta industri strategis lainnya yang ditentukan dan disepakati kedua pihak.

“Adapun berbagai program dan kegiatan yang akan kami lakukan bersama, antara lain pembinaan kemitraan pemerintah dengan swasta, penguatan dan pengembangan infrastruktur industri, serta pelaksanaan pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi di bidang teknologi dan investasi industri,” jelasnya.

Saat ini ada dua perusahaan Indonesia yang telah berinvestasi di Aljazair. Pertama, Pertamina selaku BUMN yang berinvestasi di sektor migas.

“Dan kedua itu Indorama Group dari industri swasta kita yang berinvestasi senilai USD 4,7 miliar dengan membangun pabrik pengolahan fosfat untuk industri pupuk dan petrokimia di sana,” ungkapnya.

Dengan adanya kerja sama dengan Aljazair akan memudahkan masuknya produk industri asal Indonesia ke pasar Eropa. “Karena Aljazair dengan Uni Eropa sudah punya perjanjian,” ucapnya.

Menteri Perindustrian Aljazair, Abdessalem berharap melalui MoU ini, kedua belah pihak dapat lebih meningkatkan perekonomian, investasi, dan kerja sama teknik pada sektor industri terpilih yang saling menguntungkan dan mendukung hubungan persahabatan kedua negara.

“Kesepakatan untuk meletakkan landasan kerja sama di bidang industri yang cakupannya telah dicantumkan dalam MoU ini, saya nilai sangat penting. Saya juga berharap kedua negara dapat memperkuat kerja sama bidang industri dengan prinsip saling menguntungkan,” tukasnya.

 

sumber : merdeka.com

IT RFB BDG