Ini Lho Alasan Google ‘Hapus’ Nama Palestina Jadi Israel

RIFAN FINANCINDO – Ini Lho Alasan Google ‘Hapus’ Nama Palestina Jadi Israel

RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Sejak Minggu (7/8) kemarin, netizens ramai berkomentar soal keanehan saat mengakses Google Maps dan tidak menemukan nama negara Palestina di aplikasi milik Google itu. Bahkan kawasan yang harusnya milik Palestina mendadak diubah menjadi Israel yang membuat raksasa search engine itu jadi pusat amarah netizens.

Banyak netizens menilai apa yang dilakukan Google ini adalah tak mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Forum Wartawan Palestina, Middle East Monitor, bahkan sampai mengecam tindakan Google. ‘Keputusan Google menghapus Palestina dari petanya sejak 25 Juli adalah bagian dari rencana Israel untuk membangun namanya sebagai negara yang sah memiliki wilayah kami’, ungkap pernyataan resmi mereka.

Kelompok jurnalis ini dengan geram menilai jika tindakan Google menghapus Palestina dari peta adalah hal lancang. ‘Langkah ini dirancang untuk memalsukan sejarah, geografi serta hak rakyat Palestina. Aksi Google ini bertentangan dengan semua norma dan konvensi internasional’, seperti dilansir The Guardian.

Tak butuh waktu lama, petisi online pun mendesak Google agar memasukkan kembali nama Palestina ke Google Maps muncul. Adalah Zak Martin yang memulai petisi online itu karena menilai tindakan Google bisa menghancurkan hati rakyat Palestina. Di mana ini adalah penghinaan pedih dan merusak usaha jutaan orang yang mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel.

Setelah tersebar viral, petisi online itupun sudah diikuti lebih dari 180 ribu orang dalam waktu singkat di situs Change.org. Dan akhirnya pada Rabu (10/8) kemarin, juru bicara perusahaan IT kelas dunia asal Amerika Serikat itu akhirnya angkat bicara. Secara jujur, Google memang belum mengakui keberadaan Palestina di peta dunia.

“Memang belum ada label Palestina dalam Google Maps. Namun kami menemukan adanya bug dalam sistem yang menghapus label Tepi Barat dan Jalur Gaza. Kami secepatnya akan menaruh label itu ke dalam peta. Data yang ada pada kami meliputi informasi seperti nama tempat, perbatasan dan peta jalan yang berasal dari kombinasi pihak ketiga dan sumber publik. Untuk itulah data yang kami miliki akan sangat mungkin bervariasi,” dalih Google.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara sampai bertanya kepada pihak Google soal ‘penghapusan’ nama Palestina. Menurut pak Rudiantara,, Google memang mengacu kepada pengakuan PBB. Di mana status Palestina di PBB masih dijadikan sebagai negara peninjau dan belum diterma sebagai negara anggota tidak tetap. Meskipun begitu, Rudiantara menegaskan jika Indonesia akan tetap mendorong agar negara lain di dunia mengakui keberadaan Palestina, seperti dilansir Merdeka.

sumber : plus.kapanlagi.com

IT RFB BDG