Kamis Siang, Rupiah Menguat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I menunjukkan arah terus menguat di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah. Sempat menghijau pada sesi pembukaan, bursa saham Tanah Air balik terpuruk saat mayoritas bursa Asia bergerak variatif.?

Berdasarkan data Yahoo Finance siang ini, rupiah siang berada di level Rp 13.265/USD dengan kisaran harian Rp 13.248-Rp 13.265/USD. Posisi tersebut membaik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp 13.280/USD.

Menurut data Bloomberg, rupiah ada pada level Rp 13.264/USD atau membaik dibanding penutupan kemarin yang berada di posisi Rp 13.268/USD. Siang ini, data Bloomberg menunjukkan rupiah berada pada kisaran Rp 13.244-Rp 13.283/USD.

Penguatan rupiah juga terlihat berdasarkan data ?Limas yang siang hari ini berada di level Rp 13.267/USD atau makin kokoh dibanding penutupan kemarin di level Rp 13.287/USD .

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp 13.265/USD. Posisi ini tercatat semakin menguat dari posisi sebelumnya di level Rp 13.298/USD dengan peningkatan sebesar 33 poin.

Dolar AS mengalami pelemahan terhadap sebagian mata uang dunia, termasuk rupiah di tengah penantian investor terhadap pemungutan suara apakah tetap di Uni Eropa (EU) atau keluar.

Hasil polling Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) terbaru menunjukkan jumlah responden yang memilih Inggris keluar sebesar 44%. Jumlah responden yang memilih bertahan masih unggul sebesar 45%, namun keunggulan tersebut sangat tipis.

Penguatan mata uang domestik juga ditopang oleh harga minyak mentah yang kembali menguat. Terpantau harga minyak jenis WTI Crude berada naik 0,65% menjadi USD 49,45 per barel dan Brent Crude naik 0,54% ke posisi USD 50,15 per barel.

Sementara itu, menjelang referendum Inggris, volatilitas pasar uang di dalam negeri relatif masih stabil. Beberapa kebijakan yang telah diambil pemerintah menjadi salah satu faktor yang menjaga fluktuasi rupiah.

Sentimen mengenai penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) dan relaksasi ketentuan Loan to Value Ratio (LTV) masih terasa dampak positifnya sehingga apresiasi rupiah kembali terjadi. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

IT RFB BDG