RIFANFINANCINDO – Wall Street Terpeleset Akibat Ketidakpastian

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Wall Street Terpeleset Akibat Ketidakpastian

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pelemahan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini karena terbebani ketidakpastian pembicaraan perdagangan AS dengan China dan penurunan saham-saham sektor energi.

Mengutip Reuters, Rabu (23/5/2018), Dow Jones Industrial Average turun 178,88 poin atau 0,72 persen ke level 24.834,41. Untuk S&P 500 kehilangan 8,57 poin atau 0,31 persen menjadi 2.724,44. Sedangkan Nasdaq Composite turun 15,58 poin atau 0,21 persen menjadi 7.378,46.

Presiden AS Donald Trump pada hari selasa mengatakan tidak senang dengan langkah pembicaraan perdagangan AS dengan China yang terkesan sangat buru-buru. Sebelumnya, dia juga mengatakan tidak ada kesepakatan antara AS dengan China mengenai penyelamatan ZTE Corporation.

Bahkan Trump mengatakan bahwa kemungkinan besar AS akan tetap memberikan sanksi kepada ZTE karena melanggar larangan AS dengan melakukan pengiriman barang ke Iran.

Apa yang diungkapkan oleh Trump ini berkebalikan dengan yang disebut oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada pekan lalu bahwa akan ada pembicaraan lebih dalam mengenai perang dagang AS dengan China.

Inti pembicaraan tersebut untuk mengelola neraca perdagangan masing-masing negara.

“Pernyataan Trump ini membuat orang kembali berpikir bahwa masalah perang dagang ini tidak akan mungkin bisa berakhir dengan cepat,” jelas analis SlateStone Wealth LLC, New York, AS, Robert. Pavlik.

“Jadi gerak Wall Street berbalik arah,” lanjut dia.

Sektor industri merosok 1,3 persen setelah sehari sebelumnya membukukan presentase kenaikan terbaik dalam hampir dua bulan karena adanya rencana pembicaraan perdagangan AS-China. Sementara indeks saham energi juga turun 1,3 persen.

Saham Tesla turun 3,3 persen mengirim saham ini ke level terendah sepanjang bulan ini setelah model terbaru dari kendaraan masa depan tersebut memiliki masalah dalam sistem pengereman.

Chief Executive Tesla Elon Musk pada Senin malam berkicau bahwa kesalahan pengereman dapat diperbaiki dengan pembaruan perangkat lunak.

Saham Micron Technology Inc naik 6,4 persen setelah perusahaan pembuat chip memori tersebut mengumumkan rencana pembelian kembali saham senilai USD 10 miliar.

Sektor keuangan naik 0,6 persen karena harapan bahwa RUU yang bertujuan mengurangi aturan pada industri perbankan yang diberlakukan setelah krisis keuangan, dapat selesai secepatnya minggu ini.

sumber : bisnis.liputan6.com

IT RFB BDG