Mengapa Perusahaan Harus Memilih Keamanan Berbasis Cloud?

RIFANFINANCINDO – Mengapa Perusahaan Harus Memilih Keamanan Berbasis Cloud?

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Dengan semakin menggobalnya bisnis perusahaan, banyak dari mereka memanfaatkan teknologi baru untuk memberikan akses kepada karyawan terhadap informasi yang masuk ke jaringan perusahaan dari luar kantor.

Mobilitas dan Bring-Your-Own-Device (BYOD) memang menawarkan peningkatan produktivitas yang signifikan, namun di sisi lain juga menjadikan perusahaan lebih rentan terhadap serangan kejahatan dunia maya. Selain itu, para manager keamanan juga dihadapkan pada isu kepatuhan hukum dan kompleksitas dalam mengamankan serbuan berbagai perangkat yang mengakses data perusahaan dari mana saja.

Biaya, Kepatuhan, dan Mobilitas Pengaruhi Keamanan

Saat ini, bukan hanya perusahaan besar yang menghadapi ancaman keamanan, tetapi juga Usaha Kecil Menengah (UKM). Dengan diterapkannya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi atau Personal Data Protection Act (PDPA) di beberapa negara di ASEAN termasuk Singapura dan Malaysia, ada tekanan yang lebih besar bagi perusahaan untuk mematuhi regulasi data dan menjaga keamanan data para pelanggan mereka.

Perusahaan tidak dapat hanya mematuhi hukum, tetapi juga harus memberikan keyakinan kepada pelanggan bahwa data mereka berada pada tangan yang aman.

Selain itu, BYOD juga menghadirkan berbagai tantangan keamanan. Perangkat lunak dan kebijakan keamanan dari banyak karyawan yang bekerja secara mobile kemudian menjadi usang dan tidak dapat mengakses jaringan ketika kembali ke kantor.

Oleh karena itu, pendekatan keamanan berlapis yang pada awalnya mengkombinasikan keamanan jaringan dengan konfigurasi perangkat dan pemeliharaan perangkat lunak sudah tidak lagi memadai.

Dengan BYOD, data sensitif seperti daftar pelanggan, nomor rekening, rencana bisnis dan pemasaran, sering berada pada PC dan perangkat komunikasi milik karyawan. Pada saat seorang karyawan kehilangan gadgetnya, data perusahaan dan rahasia yang tersimpan di dalamnya beresiko jatuh ke tangan orang yang salah.

Mobilitas telah memaksa karyawan untuk bertangung jawab terhadap keamanan mereka sendiri. Namun demikian, sebagian besar memilih untuk mengabaikannya karena mereka tidak mengetahui cara menginstal dan memperbaharui perangkat lunak dengan benar.

Karyawan juga mungkin tanpa sadar mengabaikan batasan antara bekerja dan bermain dengan menggunakan fasilitas jaringan di kantor untuk hal-hal pribadi, hal ini dapat meningkatkan peluang ‘rekayasa sosial’ oleh para penjahat dunia maya.

Kemanan Melalui Komputasi Awan

Untuk mencapai keseimbangan antara produktivitas, efektivitas biaya dan keamanan, sebuah produk keamanan berbasis komputasi awan atau yang dikelola melalui komputasi awan harus sejalan dengan tren berikut.

Pemutakhiran secara otomatis, mampu melindungi berbagai macam data, endpoint, sistem dan perangkat, dan tidak memerlukan pengaturan server yang kompleks atau pemeliharaan infrastruktur.

Perusahaan harus mencari fitur-fitur berikut ini ketika akan memilih solusi keamanan berbasis komputasi awan:

1. Keseimbangan antara perlindungan dan kenyamanan

Manajer yang efektif selalu memiliki saran yang sama: memberikan karyawan apa yang mereka butuhkan untuk sukses, dengan tidak terlalu mengintervensi cara kerja mereka. Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan solusi keamanan berbasis komputasi awan yang dapat melindungi karyawan yang bekerja secara jarak jauh dan berpindah tempat, tapi juga mudah untuk melakukan konfigurasi guna menjaga terhadap berbagai ancaman terbaru.

Misalnya, solusi keamanan yang solid memungkinkan organisasi untuk mengelola keamanan dengan sederhana dan efektif melalui konsol manajemen tunggal berbasis komputasi awan, yang memberikan visibilitas yang jelas dan kemudahan untuk mengelola segudang perangkat dan berbagai macam perilaku pengguna. Hal ini, pada akhirnya dapat menghemat biaya dan efisiensi yang lebih tinggi, terutama bagi UKM.

2. Akses endpoint terjamin

Solusi keamanan juga harus mencakup anti-malware yang canggih, keamanan dan saringan web, serta pengelolaan perangkat mobile. Juga harus dapat mengamankan bukan hanya komputer berbasis sistem operasi Windows dan Mac, tetapi juga perangkat mobile.

Kemampuan lain yang harus ada termasuk melindungi pengguna dari website yang terinfeksi virus, memungkinkan administrator untuk menetapkan kebijakan penggunaan web yang aman dan dapat diterima serta saringan web, mengadopsi BYOD dengan memungkinkan organisasi untuk mengelola perangkat mobile dan kebijakan keamanan dengan mudah, serta pencegahan terhadap penggunaan media penyimpan yang mudah dipindahkan seperti USB.

3. Perlindungan web untuk para pengguna

Ketika karyawan secara tidak sengaja mengatur keamanan mereka sendiri, solusi komputasi awan yang baik juga harus memastikan pengalaman berselancar di web dan perlindungan bagi pengguna akhir.

Termasuk perlindungan dari situs-situs berbahaya dan terinfeksi, serta mampu mendeteksi dan memblokir kode yang tereksploitasi. Solusi ini juga harus memaksakan penggunaan web yang aman dan produktif seperti kebijakan berbasis waktu untuk membatasi penggunaan di luar pekerjaan dan kebijakan yang ditetapkan di depan untuk menjawab kebutuhan keamanan dan kepatuhan.

sumber : inet.detik.com

IT RFB BDG