Minyak Torehkan Penguatan

RIFANFINANCINDO – Minyak Torehkan Penguatan

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Harga minyak mentah mencatat penguatan kuartalan terbesar dalam tujuh tahun terakhir dalam tujuh tahun karena pasokan minyak AS melemah serta spekulasi bahwa surplus global mereda. Harga minyak West Texas Intermediate telah menguat 26% kuartal ini, walaupun merosot $1,55 ke $48,33 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Agustus turun 93 sen atau 1,8% ke $49,68 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

?Fundamental sedang tidak mendukung,? kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC seperti yang dikutip Bloomberg. Kembalinya produksi minyak Nigeria, lanjutnya, akan mengurangi salah satu dukungan terbesar pada pasar selama beberapa minggu terakhir.Gangguan pasokan dan penurunan output AS telah membantu mengurangi surplus global yang telah memicu reli lebih dari 85% sejak harga mencapai titik terendah 12 tahun terakhir pada bulan Februari. <span style=”color: #ffffff;”>IN IY IU OI JH PO KJ HG TR MN JH LK LK OP KO JK HJ Y HH YY BG NH KJ MN KJ JHBB GF TR PO LK MN KJ HH JH NB GF BV VC FD RR NB MM NN NB JH KJ HG TR MN JH LK LK OP KO JK HJ Y HH YY BG NH KJ MN KJ JH BB IO PO LK HJ </span>

Badan Energi Internasional dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memperkirakan bulan ini pasar sedang menuju ke arah keseimbangan karena pertumbuhan permintaan melebihi pasokan.Badan administrasi energi AS menyatakan pasokan minyak mentah AS turun ke 526,6 juta barel. Sementara itu, produksi menurun 55.000 barel per hari menjadi 8,62 juta barel per hari pekan lalu.

Sementara itu, tim analis dari Goldman Sachs mengatakan jika gencatan senjata antara pemerintah dan militan Nigeria berlangsung, produksi dapat meningkat, dengan para pejabat optimis memprediksi kembalinya produksi ke tingkat normal pada akhir Juli – RIFANFINANCINDO

IT RFB BDG