RIFAN FINANCINDO – Wall Street Menguat Terangkat Peluang

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Wall Street Menguat Terangkat Peluang

RIFAN FINANCINDO BANDUNG –  Wall Street ditutup menguat dipicu optimisme bahwa Amerika Serikat (AS) dan China dapat menyelesaikan sengketa perdagangan yang terjadi saat ini.

Sebuah laporan berita mengatakan Washington akan menghentikan pengenaan kenaikan tarif lebih lanjut atas impor produk China.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 208,77 poin, atau 0,83 persen, menjadi 25.289.27. Sementara Nasdaq Composite bertambah 122,64 poin, atau 1,72 persen, menjadi 7.259,03.

Adapun Indeks acuan S & P 500 .SPX naik 28,62 poin, atau 1,06 persen ke posisi 2,730,2, menghentikan penuruan selama lima harinya.

Indeks utama Wall Street membalikkan penurunan awal setelah Financial Times melaporkan bahwa Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan jika negaranya akan menahan rencana kenaikan tarif pada impor Cina untuk tahap berikutnya.

Wall Street hanya menguat sejenak, setelah seorang juru bicara Lighthizer membantah laporan itu, dengan mengatakan jika rencana kenaikan tarif tidak berubah. Meski kemudian pasar saham AS tetap melanjutkan kenaikan dalam setengah jam perdagangan terakhir.

“Kami mendapatkan pesan yang bertentangan, tetapi pasar benar-benar senang mendengar setiap berita baik yang ada,” kata Michael Antonelli, Managing Director Institutional Sales Trading Robert W. Baird di Milwaukee.

Dia mengatakan jika sebelumnya terkena banyak sentimen negatif. “Pasar cukup terpukul selama ini, dan itu amat melelahkan. Saat pasar menangkap ada sinar matahari muncul, itu menjadi penyemangat lagi,” kata dia.

Saham yang Naik dan Turun

Saham yang mencatat kenaikan antara lain, Saham Apple Inc (AAPL.O) naik 2,5 persen yang mendorong sektor teknologi naik 2,5 persen. Ini menjadi kenaikan terbesar di antara sektor-sektor utama indeks S&P 500.

Kemudian Saham Cisco Systems Inc (CSCO.O) naik 5,5 persen setelah pendapatan kuartalan pembuat peralatan jaringan ini mengalahkan perkiraan analis. Cisco adalah salah satu pendorong terbesar indeks S& P 500 dan Nasdaq.

Namun yang kurang beruntung seperti saham-saham Operator department store Dillard’s Inc (DDS.N) yang sudah jatuh 14,8 persen. Ini setelah laba kuartal ketiga perusahaan meleset dari perkiraan analis.

Pengecer J.C. Penney Co Inc (JCP.N) juga melaporkan penjualan toko yang sama di bawah ekspektasi analis. Akibatnya saham J.C. Penney turun 11,5 persen.

Saham Dillard dan J.C. Penney turut mempengaruhi saham Walmart Inc (WMT.N), yang jatuh 2,0 persen. Penurunan yang tetap terjadi meskipun pengecer terbesar di dunia ini mengalahkan perkiraan penjualan toko yang sama dan menaikkan prospek setahun cukup penuh.

Volume perdagangan Bursa AS kali ini mencapai 8,67 miliar saham, naik dari 8,58 miliar rata-rata selama 20 hari perdagangan terakhir.

sumber : bisnis.liputan6.com

IT RFB BDG