RIFANFINANCINDO BANDUNG – IHSG Dibuka Menguat

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO BANDUNG – IHSG Dibuka Menguat

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat tipis pada awal sesi perdagangan saham Selasa pekan ini. Investor asing jual saham sedangkan posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 14.075.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (23/4/2019), IHSG menguat 5,42 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.420,16. IHSG masih naik terbatas 7,48 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.422,44. Indeks saham LQ45 melemah terbatas 0,04 persen ke posisi 1.012,11.

Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi. Sebanyak 97 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Selain itu 43 saham melemah dan 118 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.426,26 dan terendah 6.415,45.

Total frekuensi perdagangan saham 9.416 kali dengan volume perdagangan 714,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 208,1 miliar.

Investor asing jual saham Rp 18 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.075.

Sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham keuangan yang turun 0,13 persen. Sektor saham aneka industri menguat 0,60 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham perkebunan menanjak 0,53 persen dan sektor saham pertambangan naik 0,50 persen.

Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain saham HRME melonjak 23,39 persen ke posisi Rp 575 per saham, saham IBFN mendaki 16,67 persen ke posisi Rp 266 per saham dan saham MAYA menanjak 13,93 persen ke posisi Rp 7.975 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham MTPS turun 7,44 persen ke posisi Rp 1.105 per saham, saham MBTO merosot 6,98 persen ke posisi Rp 120 per saham, dan saham INRU susut 6,26 persen ke posisi Rp 600 per saham.

Prediksi Analis

IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan pada perdagangan saham Selasa (23/4/2019). Beberapa sentimen internal hingga eksternal dinilai mempengaruhi laju IHSG sehingga cenderung akan tertekan pada perdagangan hari ini.

Analis PT Artha Sekuritas Juan Oktavianus Harahap menuturkan, IHSG bakal kembali mengalami pelemahan merespons tekanan jual yang cukup tinggi.

Dia menjelaskan, IHSG kemungkinan terkoreksi dengan diperdagangkan pada level 6.378- 6.484

“Selain itu, investor terlihat mengantisipasi beberapa economic event seperti penetapan suku Bunga Bank Indonesia dan GDP Kuartal I-2019 Amerika Serikat,” ujarnya.

Meski begitu, kata dia, pelemahan diperkirakan akan bersifat terbatas dan tertahan di area support Bollinger band.

Sementara itu, dari sisi teknikal, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji berpendapat, IHSG memang mengindikasikan momen pelemahan.

Menurutnya, IHSG akan tertekan pada kisaran 6.340-6.553

sumber : bisnis.liputan6.com

IT RFB BDG