Pantai Losari diisi gamer Pokemon

RIFANFINANCINDO – Pantai Losari padati gamer Pokemon

 

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Deman game Pokemon Go juga melanda warga Makassar. Tidak sedikit pemburu monster imut Pokemon ditemui di pinggir jalan, tempat ibadah dan tempat-tempat ibadah yang asyik menekuni layar gawainya layaknya orang autis yang asyik dengan dirinya sendiri.

Salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh pecandu game berbasis google map ini adalah Pantai Losari, Makassar. Banyak sekali warga yang rata-rata masih usia muda asyik dengan ponselnya masing-masing. Mereka berbondong-bondong ke tempat wisata salah satu ikon Kota Makassar ini karena memburu Pokemon.

Saat di Pantai Losari ini, geser sedikit saja, orang yang di kiri kanan ternyata para pemburu Pokemon. Pantai Losari jadi kian ramai karena para pemburu Pokemon ini memadati berbaur dengan pengunjung yang sengaja datang untuk menantikan hadirnya panorama sunset bersama keluarganya.

Sukma (22), warga Jalan Dakota, Kabupaten Maros, salah seorang mahasiswi Universitas Terbuka jurusan Teknologi Informasi dan Komunikasi saat di temui di Pantai Losari tampak begitu asyik dengan ponselnya. Saat didekati ternyata lagi mengutak-atik untuk menangkap Pokemon.

Karena hendak diwawancara, serta merta menyerahkan ponsel ke rekan yang ada di sebelahnya minta tolong Pokemon itu ditangkap.

“Sayang kalau lepas karena ke sini memang untuk buru Pokemon,” ujarnya sembari tersenyum, Minggu (17/7).

Mahasiswi semester VII yang juga nyambi mengajar di SMA Lanud Hasanuddin ini mengaku sudah berhasil menangkap 118 monster Pokemon. Khusus di Pantai Losari ini, dari pukul 16.50 Wita dia mulai nongkrong menangkap 8 Pokemon sehingga level gamenya kini sudah level 9.

“Kalau sudah banyak begitu Pokemonnya yah tidak mau diapa-apain. Puas saja kalau sudah berhasil menangkap dan naik level lagi,” tutur Sukma.

Menurut Sukma, pukul 16.00 Wita tadi, puluhan orang sesama gamers Pokemon dari Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa dan Kota Makassar bertemu di tempat rekreasi Akkarena yang dikemas dalam bentuk acara gathering.

Di situ mereka berkenalan, saling menyapa dan diskusi tentang game Pokemon Go. Acara gathering itu terlaksana berdasarkan undangan di facebook.

Sukma mengaku kenal game Pokemon Go sejak Jumat pekan lalu, (8/7) melalui facebook kemudian dicari di google dan mendownloadnya. Hingga pada akhirnya ketagihan.

“Dulu waktu kecil memang saya penggemar film kartun Pokemon. Saat temukan ada gamenya saya jadi penasaran hingga akhirnya main sampai sekarang. Dapat sensasi baru karena game ini kita yang terlibat langsung, harus bergerak dari satu tempat ke tempat lain, di situ sensasinya. Karena game ini juga jadi ada kawan baru,” jelas Sukma.

Dia mengaku, dirinya berubah sejak mengenal game Pokemon Go. Sukma tiba-tiba suka jogging berkilo-kilo gara-gara memburu Pokemon.

“Bayangkan kalau kita mau menetaskan atau pecahkan telur Pokemon, aturannya kita harus bergerak sejauh lima kilometer sejak telur itu dimasukkan dalam inkubator. Saya memilih jalan kaki ketimbang naik motor karena kalau naik motor biasanya signal jadi bermasalah,” ceritanya.

“Kalaupun naik motor itu harus pelan-pelan tapi itu berbahaya karena bisa mengganggu pengendara lain,” sambungnya.

Tidak jauh berbeda dengan Sukma, William (23), salah seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Makassar itu juga sengaja datang ke Pantai Losari. Dia bersama dengan temannya bernama Ricky (18) kawan sepermainannya, hanya untuk memburu pokemon.

Sejak pukul 16.00 Wita hingga pukul 17.30 Wita di Pantai Losari, William baru berhasil menangkap satu monster Pokemon.

“Saya datang ke Pantai ini karena memang pusatnya di sini. Banyak pokemon tapi baru satu yang berhasil saya tangkap,” kata William sembari ngakak lepas.

William mengaku bermain Pokemon Go sejak seminggu lalu dan kini sudah level 5. Sebelum-sebelumnya berhasil menangkap pokemon di rumah-rumah ibadah.

“Ada satu pokemon saya tangkap di halaman gereja yang ada di Jalan Gunung Merapi, ada juga di Masjid Al Markaz yang di dekat rumah,” ujarnya.

Willian mengaku sebelumnya gemar memainkan tiga jenis game namun akhirnya semua ditinggalkan setelah kenal game Pokemon Go. Katanya, game Pokemon Go lebih asyik dan lebih menantang karena pemain gamenya mobile.

“Saya jadi banyak jalan, kunjungi tempat-tempat yang sebelumnya tidak pernah dikunjungi dengan naik motor bersama teman. Saat tiba di satu poke stop, lucu saja rasanya karena bertemu dengan sesama pemburu Pokemon. Kita pun berkenalan dan saling tanya jumlah pokemon yang sudah ditangkap,” ceritanya.

 

sumber : merdeka.com

IT RFB BDG