Pentingkah melakukan ‘safely remove’ pada USB drive?

RIFANFINANCINDO – Pentingkah melakukan ‘safely remove’ pada USB drive?

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Seringkali kita bertanya-tanya, apakah mencabut flashdisk tanpa ‘safely remove’ itu merupakan hal yang aman?

Banyak yang menakut-nakuti dengan embel-embel flashdisk akan rusak, atau justru laptop atau pc kita yang rusak. Yang lebih mengerikan lagi, data dalam flash drive kemungkinan akan hilang jika kita tidak meluangkan waktu untuk sekedar membuatnya ‘safe to remove.’

Namun sebaliknya, banyak juga yang tak percaya pada fitur tersebut. Banyak yang berpikir bahwa jika kita ingin mencabut flashdisk, kita tak perlu repot-repot membuatnya aman untuk dicabut.

Benarkah demikian?

Sejarahnya, sistem operasi komputer menganggap flash drive adalah sebuah objek yang bisa dipercaya; yakni sebuah drive yang tidak tiba-tiba berganti atau hilang. Ketika membaca atau menuliskan sebuah file di drive, sistem operasi menganggap drive tersebut akan selalu dapat diakses, tidak tiba-tiba hilang di tengah-tengah membaca atau menuliskan sesuatu di dalamnya. Hal ini membuat drive yang tiba-tiba tidak terakses ketika file sedang ditulis, maka data akan hilang selamanya.

Lalu zaman sudah berganti, di mana flashdisk atau flash drive diciptakan memang untuk ditancapkan dan dicopot secara mobile. Sistem operasi sudah beradaptasi dengan hal tersebut. Namun meski sudah beradaptasi, jika kita mencabut flash ketika file sedang di-copy, file tetap akan rusak atau hilang. Namun ketika kita sedang tidak melakukan apa-apa terhadap flash drive, cukup aman untuk mencabutnya.

Fitur ‘safe removal’ hanyalah sebuah peringatan untuk sistem operasi agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Hal tersebut meliputi diputusnya proses penulisan yang dilakukan pada drive, memberi peringatan kepada berbagai program yang ada di komputer bahwa drive ini akan segera hilang dan program tersebut akan ‘take action,’ serta mengingatkan kita sebagai pengguna jika program gagal untuk melakukan ‘action’ terhadap file yang masih tersimpan di drive tersebut.

Anda tentu bisa mencabutnya kapan pun, jika drive memang sedang tidak terpakai. Hal ini sangat bergantung hanya dari bagaimana berbagai program di komputer Anda ‘menyelamatkan’ file yang mungkin gagal tersimpan ketika Anda mencabutnya. Sebagian besar file masih akan bisa tersimpan jika Anda menyimpan ulang dengan nama yang berbeda di drive asli komputer, atau ‘Save As.’

Jadi, meski sebenarnya melakukan ‘safe removal’ ternyata tak terlalu penting, Anda bisa mulai membiasakannya. hal ini penting mengingat hilangnya data merupakan kiamat kecil bagi kita.

 

sumber : merdeka.com

IT RFB BDG