0

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Wall Street berakhir turun

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Wall Street berakhir turun

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor mencerna serangkaian data ekonomi yang beragam dan pidato hati-hati pejabat senior Federal Reserve AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 13,02 poin atau 0,05 persen, menjadi ditutup di 25.806,63 poin. Indeks S&P 500 turun 3,16 poin atau 0,11 persen, menjadi berakhir di 2.789,65 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 1,21 poin atau 0,02 persen, menjadi 7.576,36 poin.

Saham Revlon menukik lebih dari 21 persen di sekitar penutupan pasar, setelah raksasa kosmetik AS itu mencatat penurunan penjualan 15 persen dalam periode empat minggu yang berakhir pada 23 Februari, menurut perusahaan jasa keuangan AS Jefferies Financial Group.

Tetapi saham Target, pengecer AS, naik hampir 4,6 persen tak lama setelah penutupan pasar, karena perusahaan membukukan laba kuartal keempat yang mengalahkan perkiraan Wall Street dan perkiraan laba setahun penuh yang lebih baik dari perkiraan untuk 2019.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan dengan catatan suram, dengan sektor industri merosot lebih dari 0,6 persen, memimpin penurunan di antara kelompok.

Eric Rosengren, presiden Federal Reserve Bank of Boston, pada Selasa (5/3) menekankan pengamatan “bersabar” tentang bagaimana ekonomi AS berkembang dan manajemen risiko-risiko yang hati-hati dalam hal kebijakan moneter The Fed lebih lanjut.

“Mungkin beberapa pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) sebelum para pembuat kebijakan The Fed membaca lebih jelas tentang apakah risiko-risiko menjadi kenyataan – dan seberapa banyak ekonomi akan melambat dibandingkan tahun lalu,” kata Rosengren dalam sambutannya yang disiapkan untuk Asosiasi Nasional Direktur Perusahaan di Boston.

Di sisi ekonomi, pemerintah federal AS melaporkan surplus anggaran hampir 9 miliar dolar AS pada Januari, menurut data terbaru yang dirilis oleh Departemen Keuangan pada Selasa (5/3). Angka ini di bawah ekspektasi analis akan surplus 25 miliar dolar AS untuk bulan tersebut, menurut Reuters.

Total pengeluaran pada Januari adalah 331,3 miliar dolar AS, naik 6,3 persen dari tahun sebelumnya, dan total pendapatan mencapai 340,0 miliar dolar AS, turun 5,8 persen.

Penjualan rumah keluarga tunggal baru melonjak 3,7 persen pada Desember 2018 ke tingkat tahunan 621.000 unit, menandai tingkat tertinggi tujuh bulan sejak Mei 2018, Biro Sensus AS mengatakan dalam laporan bulanan terbarunya pada Selasa (5/3).

Sementara itu, aktivitas ekonomi di sektor non-manufaktur melaporkan pertumbuhan terus-menerus pada Februari, lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) mengatakan dalam Non-Manufacturing ISM Report on Business terbaru pada Selasa (5/3).

Indeks Non-Manufaktur tercatat 59,7 persen, yang tiga persentase poin lebih tinggi dari angka Januari di 56,7 persen. “Ini merupakan pertumbuhan berkelanjutan di sektor non-manufaktur pada tingkat yang lebih cepat,” kata ISM.

sumber : antaranews.com

IT RFB BDG

Leave a Reply