PT RIFAN FINANCINDO – Harga Emas Bangkit dari Posisi Terendah

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Harga Emas Bangkit dari Posisi Terendah

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Harga emas menguat seiring melemahnya pasar ekuitas setelah menyentuh posisi terendah dalam lebih dari dua minggu. Harga kali ini dipicu prediksi kenaikan suku bunga The Fed yang bisa mencapai lebih dari tiga kali pada tahun ini.

Melansir laman Reuters, Selasa (20/3/2018), harga emas di pasar Spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.317,49 per ounce. Harga sebelumnya sempat turun ke posisi USD 1.307,51, terendah sejak 1 Maret.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman April berakhir naik USD 5,50, atau 0,4 persen menjadi USD 1.317,80 per ounce.

Emas memang sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, karena logam mulia ini menjadi kurang menarik dibandingkan investasi lain yang memberikan imbal hasil.

Kali ini, ekuitas global terjebak dalam momen terburuknya sejak November. Wall Street tergelincir setelah saham Facebook merosot usai ada laporan jika terjadi penyalahgunaan data pengguna yang menimbulkan kekhawatiran pelanggaran privasi yang lebih luas, memicu penjualan saham teknologi.

“Kita melihat sebagian besar lebih memilih membeli emas karena adanya penurunan dalam ekuitas dan fakta bahwa pedagang percaya akan ada kenaikan suku bunga oleh The Fed,” kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures.

Harga emas sebelumnya telah naik seiring kenaikan suku bunga yang diperkirakan akan kembali terjadi, menurut para pedagang.

Kenaikan Suku Bunga

Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dimulai pada Selasa selama dua hari, diprediksi akan membuat Federal Reserve AS menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya pada tahun ini. Dengan kenaikan 25 basis poin dilihat sebagai kesepakatan akhir.

Namun yang menjadi fokus utama adalah kemungkinan Fed melakukan kenaikan suku bunga sebanyak empat kali pada tahun ini.

“Saya pikir pemulihan ekonomi secara keseluruhan cukup baik bagi bank sentral (A.S.) untuk mempertimbangkan langkah terkait normalisasi kebijakan moneter,” kata Mark To, Kepala Peneliti Hong Kong Wing Fung Financial Group.

Sementara pada harga logam mulia lainnya, perak turun 0,1 persendi menjadi USD 16,29 per ounce.

Harga Palladium turun 0,6 persen menjadi USD 988,50 per ounce, sementara platinum naik 0,9 persen menjadi USD 951,70, setelah menyentuh level terendah sejak 3 Januari pada posisi USD 936,50.

sumber : bisnis.liputan6.com

IT RFB BDG