PT Rifan – 5 Tips Aman Bersepeda ke Kantor

5 Tips Aman Bersepeda ke Kantor – PT Rifan

PT RIFAN BANDUNG – Tren bersepeda kian memuncak, tak hanya di Indonesia tapi pun di banyak negara lain. Fenomena ini terjadi seiring dengan terjadinya pandemi Covid-19.
Bersepeda disebut bisa menjadi pilihan alat transportasi yang relatif lebih aman, ketimbang harus menggunakan angkutan umum. Di samping itu, bersepeda pun adalah salah satu bentuk olahraga individual yang mampu membantu pelakunya menjaga kebugaran, dengan tetap menjaga jarak dan interaksi dengan orang lain.
Kedua alasan utama itu yang melatar belakangi kian menjamurnya penggunaan sepada di banyak kota di dunia. Di Indonesia, -misalnya, foto-foto yang beredar di media sosial menggambarkan bagaimana banyak toko sepeda kebanjiran pembeli.
Bersepeda adalah cara terbaik untuk tetap aktif selama pandemi dan membantu untuk melakukan banyak kegiatan, tapi kita tetap perlu waspada saat bersepeda, demi keselamatan diri sendiri dan juga orang lain, dalam kaitan dengan itu, para pengendara sepeda harus memahami tips aman yang perlu diperhatikan ketika bersepeda, khususnya sebagai pengganti alat transportasi ke kantor.

1. Tidak Melawan Arus

Meskipun sepeda bukan kendaraan bermotor yang relatif lebih leluasa dalam menggunakan jalan, namun bersepeda melawan arah bukanlah pilihan yang bijaksana. Pilihan tersebut amat berbahaya, melanggar aturan umum tentang lalu lintas, dan bisa memicu kecelakaan lalu lintas yang lebih besar.

2. Perlengkapan Pelindung

Pengendara sepeda wajib mengenakan helm. Selain helm, pakaian yang nyaman pun baik diperhatikan. Misalnya, penggunaan lengan panjang atau jaket penghalau angin akan membantu memberi kenyamaan saat gowes. Sarung tangan pun adalah piranti keamanan pengendara, yang membuat tangan tak berkeringat sehingga pengendalian sepeda tetap terjaga. Lalu, -bila perlu, celana bersepeda dengan bantalan di bokong pasti membantu kita untuk mendapat kenyamanan saat bersepeda, apalagi pada jarak jauh.
Masker penghalau debu pun merupakan piranti yang berguna ketika kita bersepeda di tengah kemacetan. Dalam konteks pendemi Covid-19, tips ini pun bisa berguna untuk meminimalkan potensi penularan virus saat berada di jalan, -begitu pula dengan kacamata. Baca juga: Dampak Covid-19, Akankah Bersepeda Jadi Kehidupan Normal yang Baru?

3. Buat dirimu terlihat

Menggunakan material reflektor pada pakaian atau sepeda, serta lampu dalam kondisi gelap atau menjelang gelap adalah pilihan yang menyelamatkan. Kita dapat menggunakan rompi yang dilengkapi dengan material berpendar saat tersapu sinar lampu, serta melengkapi sepeda dengan lampu sorot kecil di depan dan belakang.

4. Dapat diprediksi

Hal ini menyangkut sikap pengendara sepeda untuk ikut mematuhi rambu lalu lintas, dan tak memandang diri sebagai kendaraan yang kebal aturan. Pemahaman itu akan membuat gerakan kita ketika bersepeda bisa diprediksi oleh pengguna jalan yang lain, sehingga meminimalkan potensi kecelakaan.

5. Jarak yang masuk akal

Bersepeda, -ke kantor misalnya, harus memperhitungkan jarak yang masuk akal dan medan yang akan ditempuh. Baca juga: Manfaat Lain Bersepeda, Tingkatkan Kesehatan Mental Apalagi, jika kita baru pertama kali bersepeda, ada baiknya memelajari jalur yang akan kita lintasi. Menghitung kemampuan diri, dengan berlatih pada jarak yang lebih dekat akan meminimalkan kita dari masalah yang muncul dalam perjalanan jauh. Ingat, bersepeda tetap membutuhkan keterampilan, dan juga stamina yang baik – PT RIFAN BANDUNG
Sumber : jpnn.com

Rifan Bandung