PT Rifan – Berikut Fakta Usai Disuntik Vaksin Corona

Berikut Fakta Usai Disuntik Vaksin Corona – PT Rifan

PT RIFAN BANDUNG – Sebanyak 29 warga Norwegia berusia lanjut (lansia) meninggal setelah disuntik vaksin. Salah satu fakta setelah kejadian tersebut adalah Badan Obat Norwegia atau NMA menyatakan ada keterkaitan dengan vaksin Pfizer-BioNTech dengan kematian tersebut.

Selain itu juga setelah vaksin Pfizer-BioNTech muncul sejumlah efek samping pada penerimanya. Beberapa diantaranya mual, muntah, dan demam.

Berikut fakta kejadian kematian di Norwegia yang disebut karena vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech

1. Hanya Ada Pfizer-BioNTech di Norwegia

Salah satu keterkaitan antara kematian dengan Pfizer-BioNTech adalah karena di Norwegia hanya tersedia vaksin Covid-19 itu. Hal ini dikonfirmasi oleh Badan Obat Norwegia (NMA).

2. NMA dan Pfizer Sedang Menyelidiki Kejadian Tersebut

NMA juga menyatakan jika dari jumlah tersebut 13 kematian telah dilakukan penilaian. Sementara sisanya masih dilakukan penyelidikan. Lembaga itu menambahkan seluruh kematian terkait dengan orang tua dengan penyakit serius.

Selain Norwegia, Pfizer juga melakukan penyelidikan atas kematian tersebut. Hasil penyelidikan bersama Biontech dan NIPH itu menemukan jika jumlah insiden masih belum mengkhawatirkan.

3. Efek Samping Pfizer-BioNTech

Dilaporkan jika vaksin Pfizer-BioNTech memiliki efek samping adalah mual dan muntah, demam dan reaksi lokal di sekitar tempat suntikan.

Institut Kesehatan Publik Norwegia (NIPH) mengatakan vaksin bisa memberikan sedikit atau tidak bermanfaat pada orang dengan masa hidup singkat. Selain itu efek samping ringan bisa menjadi konsekuensi serius.

4. Belum Ada Larangan Vaksin Untuk Usia Muda

Setelah kejadian tewasnya 29 orang itu, Norwegia belum melakukan larangan vaksin untuk orang berusia muda dan lebih sehat.

Seperti diketahui Pfizer-BioNTech berasal dari Amerika Serikat, namun kejadian kematian tersebut seperti mengupas diantara media barat. Setidaknya itu yang terlihat oleh media massa asal China, Global Times, salah satu media pendukung pemerintah China.

Menurut media tersebut, media mainstream berbahasa Inggris tidak langsung melakukan pelaporan kejadian kematian. Mereka juga menuding media Amerika dan Inggris secara jelas meremehkan kematian tersebut.

Namun hal berbeda akan terjadi jika yang mengalami adalah vaksin dari China. Global Times mencatat media-media Barat akan menyebarkan informasi tak menyenangkan soal vaksin China dan akan memperkuatnya dengan psikologi publik.

isalnya laporan data vaksin Sinovac lebih rendah dari Brasil. Adapula kejadian kematian partisipan Btasil saat ujicoba yang jadi berita besar-besaran di media Barat.

Padahal kejadian terakhir akhirnya terbukti salah namun media barat sudah tak lagi tertarik memberitakannya.

Global Times menuding media AS dan Inggris memberikan pelabelan geopolitik untuk para vaksin. Mereka melakukan pencampuran politik serta sikap ilmiah pada vaksin dengan propagandanya.

Sebagai pembelaan Global Times menyebutkan vaksin China yang melakukan pelemahan virus lebih kuat dan aman dibanding Pfizer-BioNTech. Sebab teknologi yang digunakan sudah jauh matang dan melalui tahapan uji klinis – PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia.com

Rifan Bandung