PT Rifan Financindo – 9 Tips Dampingi Anak Belajar Di Rumah Saat Lockdown

9 Tips Dampingi Anak Belajar Di Rumah Saat Lockdown – PT Rifan Financindo

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Selama hampir satu bulan ini masyarakat sudah menjalankan imbauan pemerintah untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah di rumah. Tak terkecuali para orang tua yang memiliki anak sekolah, tentu harus bekerja dari rumah, juga mendampingi untuk mengerjakan tugas sekolah atau proses belajar mengajar di rumah. Agar semua bisa berjalan dengan efektif, maka dibutuhkan tips atau cara mendampingi anak belajar di rumah yang baik selama masa darurat virus corona.

1. Suasana Aman Dan Nyaman

Sebisa mungkin, pada masa pandemi virus corona ini orang tua bisa menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman. Ini adalah kunci utama efektifnya proses belajar. Sehingga, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kondisi rumah senyaman mungkin bagi anak untuk belajar. Contohnya, tidak ada suara televisi, musik keras atau percakapan yang lantang saat anak sedang bersiap untuk belajar atau sedang belajar.

2. Suasana Positif

Ciptakan suasana positif yang mendukung proses belajar mengajar. Orang tua dapat mendampingi anak saat anak belajar daring, mengerjakan tugas dari sekolah atau belajar mandiri. Kehadiran orang tua dalam proses pendampingan belajar mengajar merupakan sebuah energi positif penambah semangat belajar bagi anak.

3. Terapkan Kedisiplinan

Cobalah untuk memberlakukan proses belajar mengajar di rumah dengan disiplin. Terapkan “aturan main” untuk proses belajar mengajar di rumah. Misalnya, jam berapa anak harus mulai belajar, istirahat, melanjutkan belajar, makan dan beribadah. Diskusikan dengan anak tentang pembagian waktu tersebut dan konsekuensi terbaik apa yang bisa diterapkan bersama. Dengan adanya pemberlakuan disiplin ini, harapannya kegiatan belajar mengajar bisa terjadwal dan rutin. Sehingga waktu yang digunakan untuk belajar mengajar di rumah menjadi efisien.

4. Waktu Disesuaikan

Karena kondisi masih seperti ini, maka waktu belajar di rumah tidak harus sama dengan waktu belajar di sekolah. Proses dan tugas belajar harus disesuaikan dengan kondisi anak, orang tua dan lingkungan di rumah. Jangan menetapkan target terlalu tinggi bagi anak untuk menyelesaikan tugas sekolahnya dalam satu waktu sementara orang tua juga memiliki tugas lain yang harus dikerjakan. Orang tua sebaiknya menetapkan target yang dapat dicapai anak per harinya. Sehingga anak dapat belajar untuk mengatur irama belajar mengajar di rumah yang efektif.

5. Jangan Stres

Usahakan agar para orang tua tidak stres. Sebelum mendampingi anak belajar, pastikan bahwa kondisi orang tua dalam situasi yang baik atau tidak stres. Sehingga proses belajar mengajar dapat tersampaikan dengan baik. Jika orang tua sedang tidak mood, proses pendampingan belajar mengajar akan menjadi tidak menyenangkan.

6. Siapkan Bahan Di Luar Materi

Orang tua juga harus bisa menyiapkan bahan-bahan bacaan di luar materi yang diajarkan secara daring/ditugaskan oleh sekolah untuk menambah wawasan baru bagi anak. “Misalnya, materi tentang Covid-19, bencana pandemik, kesehatan maupun kesenian untuk disampaikan kepada anak dengan menggunakan bahasa orang tua,” ujar Dr Eva seperti dikutip dari laman IPB University, Senin (6/4/2020).

7. Libatkan Anak

Agar bisa menambah wawasan anak, maka orang tua harus melibatkan anak dengan berbagai aktivitas di rumah, seperti: membuat kue memasak membersihkan rumah berkebun bereksperimen kegiatan kreatif lainnya “Tentunya kegiatan ini dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan disertai dengan penjelasan. Sehingga anak tertarik dan rasa ingin tau anak untuk belajar semakin bertambah,” katanya.

8. Permainan Edukatif

Ajak anak melakukan berbagai permainan edukatif di rumah pada waktu istirahat belajar. Terutama permainan edukatif yang melibatkan aktivitas fisik, misalnya: bermain lompat tali sit up main catur puzzle bulutangkis permainan lainnya untuk memberikan hiburan dan aktivitas fisik yang menyehatkan serta menyenangkan. Pendampingan belajar mengajar bisa bergantian antara Ibu dan Ayah, sehingga pembagian peran orang tua dapat dilakukan dan anak akan mendapatkan suasana belajar yang berbeda.

9. Bacakan Buku Cerita

Tak hanya itu saja, orang tua juga bisa membacakan buku, bercerita dan berdiskusi bersama tentang buku yang telah dibaca. Melibatkan anak untuk membuat sebuah projek bersama yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar juga bisa dicoba. Misalnya membuat masker bersama, membuat hand sanitizer atau projek bersama lainnya yang mengasah kreaktivitas dan rasa ingin tahu anak – PT RIFAN FINANCINDO
Sumber : kompas.com

Rifan Bandung