PT Rifan Financindo Berjangka – 10 Cara Investasi Emas Yang Minim Risiko Buat Pemula

10 Cara Investasi Emas Yang Minim Risiko Buat Pemula – PT Rifan Financindo Berjangka

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG – Investasi emas merupakan salah satu instrumen yang menguntungkan, tapi buat para pemula, bagaimana sih cara investasi emas yang efektif?

Sebagai salah satu instrumen investasi, emas merupakan aset riil atau aset investasi yang ada bentuknya. Sama halnya dengan properti, bicara soal risikonya, emas bisa dikatakan sebagai investasi rendah risiko dengan tingkat imbal hasil yang tergolong stabil dalam jangka waktu panjang, walaupun harga komoditas ini mengalami fluktuasi setiap harinya. Artinya, buat mereka yang sabar, tentu bisa menikmati manisnya investasi emas.

Sebelum kita membahas cara investasi emas yang pas dan minim risiko untuk pemula, bagaimana kalau kita ketahui dulu yuk keuntungan dari investasi ini, Soal cara investasi emas memang beragam. Tapi seperti yang sudah dijelaskan di atas, investasi emas itu sangat menguntungkan asalkan sabar menanti.

Lantas apa saja sih keuntungan memiliki logam mulia ini?

1. Emas adalah investasi yang likuid

Emas sifatnya likuid alias gampang dijual. Jadi, saat kamu dalam kondisi mendesak dan butuh uang dalam waktu cepat, kamu bisa menjual emas batangan milikmu atau digadaikan.

Baik itu batangan atau digital, sifatnya tetap saja likuid.

2. Investasi emas gak perlu modal besar

Uang yang harus kamu keluarkan untuk investasi emas juga gak besar. Hal itu tergantung dari cara investasi emas yang kamu terapkan.

Kalau memang mau beli per gram, otomatis minimal investasinya adalah sesuai dengan harga emas per gram. Namun jika mau nyicil tentunya bisa.

3. Kenaikan harga emas mengalahkan inflasi

Walaupun keuntungannya gak besar-besar banget, tapi percaya deh kenaikan harga emas itu bisa mengalahkan inflasi.

Pokoknya, untuk cuan dari investasi emas, kita akan bahas di sub-bab terakhir artikel ini ya. Kita akan lakukan simulasi perhitungan keuntungan jika kamu sudah investasi emas sejak beberapa tahun yang lalu.

Nah, buat kamu yang tertarik, yuk ikuti cara investasi emas berikut ini:

Cara investasi emas secara umum

Gak ada yang sulit dalam membeli emas, semua informasi sudah tersedia di internet. Secara umum, ada tiga cara yang bisa kamu lakukan agar investasi emas nggak sia-sia.

1. Tentukan tujuan utama berinvestasi emas

Langkah pertama  yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan dari investasi emasmu. Sebelum benar-benar memulai investasi emas, lebih baik tanyakan dulu sama diri sendiri apa tujuan yang mau dikejar. Ketika kamu sudah menemukan tujuan itu, maka akan terlihat pula jangka waktu investasinya.

Misalnya, dalam 10 tahun ke depan kamu berencana berangkat umrah, haji, beli rumah, properti, atau mencari mahar buat pernikahan. Nah untuk mencapai tujuan ini, kamu berinvestasi dengan membeli emas.

Atau bisa saja, tahun depan kamu ingin menikah, dan kamu ingin membelikan mas kawin berupa emas. Daripada nunggu mahal, beli saja dari sekarang.

Gak salah kok punya tujuan seperti di atas. Tapi tentunya harus konsisten untuk membeli emas dengan besaran tertentu sesuai kemampuan. Karena semakin lama kita investasi emas, semakin banyak pula emas yang kita peroleh sebagai barang investasi.

2. Selalu cek harga emas sebelum membeli

Setelah punya tujuan investasi, jangan dulu tergesa-gesa beli emas. Cek dulu harga emas batangan di pasaran. Sebaiknya, periksa harga di Internet. Sekarang ini kan banyak situs-situs tertentu yang menampilkan harga emas terkini.

Pastikan juga waktu yang tepat saat membeli emas. Waktu di mana harga emas sedang turun, adalah waktu yang pas buat membeli emas.

3. Tentukan berapa gram yang akan dibeli

Jika tahap pengecekan harga sudah selesai, saatnya kamu tentukan berapa besaran emas yang akan dibeli buat investasi. Cara investasi emas yang satu ini harus benar-benar dipastikan.

Tentukan juga periode waktu pembelian emas yang akan kamu tentukan sebagai investasi. Misalnya, kamu memastikan untuk investasi emas setiap bulannya sebanyak 5 gram.

Harga per gramnya misalnya Rp 900.000. Itu artinya setiap bulan kamu mengeluarkan uang untuk berinvestasi emas sebesar Rp 4,5 juta. Namun jika jumlah ini dirasa terlalu besar, maka jangan sungkan untuk membeli dalam jumlah yang lebih sedikit.

4. Digital atau batangan?

Nah ini dia yang paling penting. Mau emas digital atau batangan?

Ada kekurangan dan kelebihan yang bisa kamu dapat dengan membeli emas digital maupun batangan. Namun pada intinya, baik digital atau batangan, kamu membeli sebuah logam mulia sungguhan yang merupakan aset riil.

Emas digital (online)

Kelebihan dari emas digital adalah proses pembelian emasnya bisa dilakukan dengan cepat. Gak perlu antri, tinggal klik beli, transfer, dan tunggu sampai emasnya masuk ke dalam portofolio kamu.

Di samping cepat dalam pembelian, emas digital juga memiliki fitur canggih di mana investor bisa membeli emas dengan modal Rp 10 ribu saja. Jika 1 gram emas adalah Rp 900 ribu, maka dengan uang Rp 10 ribu kamu membeli 0,011 gram emas.

Meski namanya digital, bukan berarti selamanya digital ya. Kamu bisa kok mencetak emas digital jadi batangan, hanya saja ada biaya cetaknya dan minimal berat untuk mencetak.

Kalau masih 0,011 gram ya jelas gak bisa dicetak.

Emas batangan

Emas batangan atau emas fisik jelas menimbulkan rasa kepemilikan yang tinggi buat pemiliknya. Wajar saja emasnya bisa pegang dan kilaunya juga bisa disaksikan dengan kasat mata.

ika suatu saat kamu butuh uang, maka emas batangan itu bahkan bisa digadaikan lho. Hanya saja untuk membelinya, kamu harus keluar dana minimal setara dengan 1 gram emas.

Cara investasi emas batangan atau fisik

Buat kamu yang tertarik berinvestasi emas fisik, patut diketahui bahwa cara investasinya jelas beda dengan emas digital. Beberapa tips investasi emas ini mungkin bisa membantumu.

5. Beli emas fisik di tempat yang terpercaya

Beli emas di toko-toko emas pinggiran sejatinya juga bisa. Bahkan bisa saja harganya lebih murah ketimbang di tempat lain.

Hanya saja, dari segi keamanan memang bikin khawatir. Para investor pemula mungkin bisa mempertimbangkan untuk membeli emas di tempat-tempat di bawah ini:

Kantor Pusat PT ANTAM Tbk

Kalau ingin membeli emas batangan dengan proses cepat, kamu bisa datang ke kantor pusat Antam di Jl Simatupang, Jakarta Selatan. Meskipun harganya agak lebih tinggi ketimbang toko-toko emas lainnya, tapi semuanya dijamin aman.

Untuk meningkatkan keakuratan pengujian, ANTAM secara berkala mengikuti Proficiency Test dan Proactive Monitoring Test yang diselenggarakan oleh LBMA (London Bullion Market Association) sehingga semua produk emas ANTAM LM memiliki ketepatan kadar sesuai dengan sertifikat yang dikeluarkan.

Oh ya sekedar info saja nih, ada alasan khusus lho kenapa harus beli di kantor ANTAM TB Simatupang. Alasannya adalah, karena di kantor unit bisnis mereka, antriannya cukup panjang.

Unit Bisnis Antam

Jika memang kantor unit bisnis mereka lebih dekat dari kediaman atau kantormu, ya sudah gak apa-apa. Beli saja di situ.

Selama ini banyak orang membeli emas di Unit Bisnis Antam di Pulogadung, Jakarta Timur. Di sana kita bisa beli emas batangan berbentuk olahannya langsung, dengan harga yang kabarnya bisa lebih murah.

Hanya saja, beli emas di sini dibatasi per harinya 150 orang. Gak heran kan kalau antreannya juga panjang.

PT Pegadaian (Persero)

Sudah gak diragukan lagi, kalau mau membeli emas, Pegadaian juga salah satu tempatnya. Kita bisa beli emas secara tunai maupun kredit.

Pembeliannya juga bisa dilakukan secara syariah maupun konvensional. Kantor cabangnya pun banyak dan ada yang membuka pelayanan hingga 24 jam pula.

Wajib kamu ketahui bahwa Emas yang dijual di Pegadaian berasal dari PT Aneka Tambang (Antam) dan yang kedua adalah cetakan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS). Silakan cek situsnya. Petunjuk dan cara pembelian ada di situs tersebut.

So, apa bedanya investasi emas Pegadaian dan investasi emas Antam? Jawabannya adalah emas yang di Pegadaian sama saja seperti emas Antam, hanya tempatnya yang beda.

Butik Emas Antam Logam Mulia

Antam sudah punya beberapa tempat yang jadi afiliasi untuk menjual emasnya.

Jadi selain di Jakarta, kamu juga bisa beli emas batangan di Butik Emas Antam Logam Mulia, yang terletak di Bandung, Medan, Banjarmasin, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Palembang, Semarang, dan Balikpapan.

Butik-butik tersebut merupakan cabang dari butik Antam yang berlokasi di TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Bank Syariah

Sejumlah bank syariah seperti BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri juga menjual emas. Di Mandiri Syariah misalnya, kamu bisa beli emas dengan fasilitas cicil emas. Syaratnya pun mudah. Cukup foto kopi KTP dan NPWP.

Membeli emas di Bank Mandiri syariah banyak pilihannya. Mulai dari pembelian emas secara kredit seberat 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram dan 500 gram.

Uang mukanya pun relatif rendah, yakni 20 persen dari harga emas. Kamu bisa mengangsur pembayaran cicilan minimal 12 bulan atau maksimal selama 60 bulan.

PT Pos Indonesia

Bukan cuma jadi perusahaan logistik, Kantor Pos juga melayani pembelian emas lho. Sedikitnya terdapat 205 kantor Pos di seluruh Indonesia yang telah bekerja sama dengan Antam.

Dengan begitu, kamu bisa membeli emas logam mulia di kantor Pos mulai dari bobot 0,5 gram sampai dengan 50 gram. Pelayanan ini mulai berlaku sejak 11 September 2017.

6. Periksa kondisi emas

Kamu telah melewati beberapa cara investasi emas di atas untuk memulai investasi. Tiba saatnya untuk memastikan kondisi emas ketika kamu sedang berada di tempat jual beli emas.

Tentunya yang pertama adalah harus dipastikan keaslian emas. Jangan sampai emas yang kamu beli adalah palsu. Teliti juga kondisi emas yang dibeli buat investasi dengan kondisi mulus atau tidak cacat.

Pastikan ketika membeli emas, sebisa mungkin mengajak orang yang tahu atau ahli dalam hal emas. Tujuannya, agar kamu tidak tertipu oleh penjual, sekalipun tempat beli emas yang didatangi berstatus resmi.

7. Pilih penyimpanan emas yang aman

Salah satu risiko berinvestasi dengan membeli emas batangan adalah, emas batangan itu berpotensi hilang. Artinya, bisa saja dicuri oleh orang yang gak bertanggung jawab.

Solusi untuk masalah ini adalah mencari tempat penyimpanan yang aman. Cara investasi emas yang ini jangan sampai diabaikan lho. Ada tiga tempat penyimpanan emas batangan yang bisa kamu pilih. Berikut ini penjelasannya.

Brankas

Pertama, emas bisa disimpan di brankas baja yang ada di rumah untuk menghindari pencurian. Namun, kamu harus mengeluarkan modal terlebih dahulu untuk membeli brankasnya.

Safe deposit box

Kedua, emas yang kamu beli bisa disimpan di layanan jasa penyewaan kotak penyimpanan harta atau surat-surat berharga. Orang-orang menyebutnya safe deposit box (SDB). Layanan SDB ini biasanya dikeluarkan pihak bank.

Selain perbankan, layanan SDB ini juga dimiliki oleh pihak lain seperti Pegadaian. Nah, jadi kamu bisa nitip emas kamu di layanan SDB ini. Tentu ada biaya layanan dari masing-masing jasa penyewaannya.

Brankas ANTAM

Ketiga, emas yang sudah dibeli bisa disimpan juga di Brankas PT Antam. Brankas atau program Berencana Aman Kelola Emas Antam ini memiliki sistem keamanan 24 jam. Untuk individu seperti kamu, cukup hanya membayar biaya keanggotaan sebesar Rp 25.000 per bulan.

Cara investasi emas online atau emas digital

Setelah mengerti bagaimana cara investasi emas batangan atau fisik. Sekarang kita akan bahas tips investasi emas online atau digital.

Disebut online karena pada dasarnya, transaksinya bisa dilakukan secara online. Meski fisiknya gak kamu pegang, emasnya tetap ada kok tapi disimpan oleh merchantnya.

Berikut adalah cara investasi emas online atau digital yang harus kamu ketahui.

8. Beli emas di situs atau aplikasi yang diawasi Bappebti

Patut diketahui bahwa dalam transaksi komoditas online, beberapa otoritas yang memiliki andil adalah Badan Pengawas Bursa Berjangka dan Komoditi (BAPPEBTI), Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bukan Otoritas Jasa Keuangan alias OJK lho ya!

Satu keunggulan dari emas digital adalah emas tersebut memang gak akan berisiko untuk “hilang” layaknya emas batangan. Akan tetapi, tanpa izin dari otoritas terkait, bisa saja penyelenggara perdagangan ini ditutup izin usahanya.

Kalau sudah seperti itu, maka apa jadinya nanti dengan investasi emasmu ya?

Apa saja sih aplikasi jual beli emas yang aman secara izin usahanya? Yuk cek di bawah sini.

Tamasia

PT Tamasia Global Sharia adalah perusahaan teknologi yang didirikan oleh seorang entrepreneur muda bernama Muhammad Assad. Platform digital yang bisa kamu unduh di android atau iPhone ini memudahkanmu untuk membeli dan memiliki emas dengan modal Rp 10.000 saja.

Sistem transaksi di Tamasia juga mengusung konsep syariah. Emas-emas yang diperdagangkan di Tamasia tersimpan aman di Antam.

Mereka juga menyediakan fitur update harga emas tiap hari. Selain bisa beli emas, Tamasia juga punya fitur transfer emas lho, lumayan kan buat bagi-bagi THR ke keluarga.

Orori

Orori adalah e-commerce perhiasan online yang hadir dalam bentuk situs dan juga aplikasi.

Selain bisa beli perhiasan, kamu bisa membeli emas untuk keperluan investasi. Semua emas yang dijual di sini adalah emas Antam. So, beli emas di Orori ya sama saja dengan investasi emas Antam bukan?

Minimal pembelian emas di e-commerce ini adalah 0,5 gram.

Di tahun 2019, Orori telah mengurus perizinan ke BAPPEBTI sebagai penyelenggara perdagangan emas digital. Namun hingga saat ini, belum ada update terkait mengenai perizinan ini.

Investasi emas Tokopedia

Nah, selain di dua aplikasi di atas, investasi emas Tokopedia juga jadi pilihan bagi banyak orang lho. Hal itu disebabkan karena e-commerce ini memang menawarkan kemudahan dalam membeli emas. Di samping itu, tampilan dari aplikasinya juga mudah dimengerti oleh user.

Sejatinya, Tokopedia gak membutuhkan izin dari BAPPEBTI. Hal itu disebabkan karena Tokopedia ini cuma memasarkan emas saja, transaksinya dilakukan oleh anak usaha Pegadaian yaitu Galeri 24. Nah Galeri 24-lah yang wajib mengantongi izin dari BAPPEBTI.

Bukalapak

Lewat fiturnya yaitu BukaEmas, e-commerce ini juga menghadirkan fitur keren. Fitur itu memudahkan investor untuk bisa membeli emas dengan bujet Rp 100 perak saja.

Kalau Tamasia Rp 10 ribu, lha ini Rp 100 perak. Jadinya ya 0,0002 gram.

Sama seperti Tokopedia, BukaLapak sendiri gak perlu mendaftarkan diri ke BAPPEBTI, karena mereka juga menjadi perantara Galeri 24.

Pegadaian Digital

Jika memang seluruh aplikasi di atas belum ada yang menarik buatmu, maka Pegadaian Digital tentu bisa jadi solusi investasi emas online.

Banyak banget lho manfaat dari aplikasi ini. Kamu bisa melakukan gadai online, jual beli hingga cetak emas, dan lain sebagainya.

Pembelian emasnya tentu saja dengan metode tabungan emas. Minimal pembeliannya adalah 0,01 gram.

9. Jangan buru-buru cetak jadi emas batangan

Cara investasi emas online atau digital selanjutnya yang harus kamu ketahui adalah perihal mencetak emas.

Beberapa aplikasi seperti Pegadaian dan Tamasia memang memiliki fitur yang satu ini. Namun biaya cetak tentu ada.

Ketika emas berhasil dicetak jadi emas batangan, maka kamu pun harus menyediakan tempat penyimpanan yang aman. Karena risiko hilang tentu bakal muncul.

10. Belilah “emas” bukan kontrak berjangka emas

Jangan salah beli. Belilah emas sungguhan, bukan produk turunannya (Shutterstock)

Berinvestasilah dengan membeli emas, bukan “kontrak berjangka emas.”

Kontrak berjangka emas bukanlah logam mulia, melainkan sebuah instrumen yang masuk dalam kategori derivatif. Aset dasar dari investasi ini bukanlah berupa aset riil melainkan sebuah kontrak jual beli emas.

Investasi ini sejatinya menggunakan aplikasi trading yang mirip dengan aplikasi trading saham, forex, dan lainnya. Pastinya, untuk melakukannya, kamu membutuhkan koneksi internet dan selalu disertai dengan embel-embel “emas online.”

Meski transaksi derivatif komoditas juga berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, investasi ini mengandung unsur spekulatif. Oleh karena itu, pemula memang gak disarankan untuk berinvestasi di sektor ini karena cukup rumit, dan risikonya pun terlampau tinggi.

Setelah memahami cara investasi emas yang baik untuk pemula, ada baiknya kita simak juga dong proyeksi investasi emas dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di tahun 2000 harga emas berada di level Rp 71.875 per gram, kemudian naik menjadi Rp 206.667 pada tahun 2007. Sedangkan di tahun 2010, harganya sudah mencapai Rp 360.000 per gram, dan pada tahun 2014 saat tahun politik mencapai Rp 478.402 per gram.

Apa kabar di tahun 2020?

Tepat pada Maret 2020, harga beli emas sempat bertengger di Rp 851 ribu, dan sebulan kemudian langsung naik ke Rp 963 ribu pada 7 April 2020. Luar biasa kan pergerakannya?

Data ini menunjukkan bahwa, jika seseorang membeli emas 50 gram dengan modal investasinya Rp 18 juta di tahun 2010 (asumsi harga per gram Rp 360 ribu). Setelah disimpan selama 10 tahun, dia pun memutuskan untuk menjual semua emasnya di tahun 2020 dengan harga buyback Rp 845 ribu.

Maka dengan menjual 50 gram emas, uang yang dia dapatkan adalah Rp 42.250.000. Keuntungan bersih yang didapat olehnya adalah Rp 42.250.000 – Rp 18 juta = Rp 24.250.000.

Bisa dikatakan bahwa keuntungan yang didapat lewat investasi emas selama 10 tahun adalah 134,7 persen! Luar biasa bukan?

Nah, demikian beberapa cara investasi emas untuk pemula yang aman dan bisa bikin cuan.

Pada intinya, emas digital dan emas batangan adalah sama-sama emas yang merupakan aset riil. Hanya saja cara investasinya yang berbeda, karena dua produk ini punya risiko yang berbeda pula.

Semoga rencana kamu berinvestasi emas bisa segera terwujud dan meraup banyak uang dengan mengumpulkan emas sedikit demi sedikit – PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : lifepal.com

Rifan Bandung