PT RIFAN FINANCINDO – Pemerintah Genjot Infrastruktur,

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Pemerintah Genjot Infrastruktur, Saham BUMN Jadi Pilihan

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG –  Pasar saham Indonesia masih terus memperlihatkan geliatnya memasuki paruh kedua tahun ini. Salah satunya tercermin dari pertumbuhan kinerja perusahaan, khususnya laba bersih dan return on equity (ROE) Indonesia yang lebih tinggi dibanding negara lain, sehingga valuasi harga saham Indonesia sudah relatif lebih mahal dibandingkan dengan negara tetangga di ASEAN.

Saat ini, hingga akhir tahun diperkirakan Price Earning Ratio (PER) atau disebut juga rasio antara harga saham dengan laba bersih perusahaan Indonesia sekitar 17 kali sudah dekati +1.0 standar deviasi di atas rata-rata dalam lima tahun terakhir. PT Bahana Sekuritas memperkirakan PER Indonesia bakaln turun 14-15 kali pada 2018. Ini lantaran laba bersih perusahaan diperkirakan tumbuh sekitar 12-14 persen dari perkiraan tahun ini.

Dengan perkiraan valuasi harga saham yang tidak murah, Plt Kepala Riset PT Bahana Sekuritas Henry Wibowo memberi rekomendasi bagi investor untuk fokus pada saham-saham pilihan, sehingga bisa memberikan imbal hasil lebih optimal terutama saham kapitalisasi besar seperti saham-saham infrastruktur.

“Pada semester II tahun ini hingga paruh pertama tahun depan, pemerintah akan menggenjot sejumlah proyek infrastruktur karena pada periode itu menjadi waktu yang krusial bagi pemerintahan Joko Widodo untuk membukukan kinerja bagus yang nanti bisa menjadi nilai positif saat kampanye yang diperkirakan sudah akan mulai pada kuartal terakhir tahun depan,” kata Henry, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (6/9/2017).

Pada semester I, pemerintah membukukan defisit fiskal hanya di bawah 2.0 persen dari produk domestik bruto (PDB), bila dalam anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P 2017) pemerintah menargetkan defisit fiskal sebesar 2,67 persen untuk keseluruhan tahun, artinya pada semester II ini, ekspektasinya pemerintah akan menggenjot belanja.

Sektor Aneka Industri Tekan IHSG

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG |  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan Rabu  pekan ini.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (6/9/2017), IHSG memerah 20,67 poin atau 0,35 persen ke level 5.809,3. Pelemahan kemudian berlanjut saat pembukaan perdagangan, IHSG melemah 21 poin atau 0,36 persen ke level 5.808,7.

Demikian pula indeks saham LQ45 turun 0,61 persen ke 965,18. Sebagian besar indeks saham acuan berada di zona merah.

Ada sebanyak 56 saham menguat. Sedangkan 42 saham melemah sehingga menahan penguatan indeks. Selain itu, 93 saham lainnya diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.813,08 dan terendah 5.807,27.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 5.242 kali dengan volume perdagangan saham 223,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 133,4 miliar.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 26,71 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di posisi Rp 13.329.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah. Sektor saham aneka industri susut 0,82 persen, dan pelemahan terbesar. Disusul sektor saham keuangan menyusut 0,71 persen dan sektor saham konsumer turun 0,62 persen.

Sementara yang masih menghijau, antara lain pertambangan sebesra 0,25 persen dan industri dasar 0,14 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan terbesar antara lain saham OKAS mendaki 16 persen ke posisi Rp 406 per saham, saham IMJS menanjak 9,68 persen ke level Rp 272 per saham, dan saham SKBM melonjak 9,09 persen ke level Rp 600 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham XCID susut 7,14 persen ke level Rp 91 per saham, saham MABA tergelincir 4,55 persen ke posisi Rp 1.470 per saham.

Di kawasan Asia, Bursa saham Asia melemah pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Tekanan bursa saham Asia ini mengikuti bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street.

Tekanan bursa saham Asia diikuti  dengan indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,15 persen. Indeks saham Jepang Nikkei susut 0,55 persen. Indeks saham Australia tergelincir 0,3 persen. Selain itu, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,2 persen.

Masalah geopolitik di Korea Utara seiring uji coba nuklirnya masih membayangi bursa saham global. Mengutip laman Reuters, Rabu (6/9/2017), salah satu diplomat mengatakan kalau Pyongyang siap mengirim sejumlah “kejutan” ke Amerika Serikat.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan IHSG terlihat masih akan bergerak dalam rentang konsolidasi wajar sembari menguji level support. William menuturkan, bila level support IHSG mampu dipertahankan akan menjadi pijakan selanjutnya untuk pergerakan IHSG.

“IHSG berpotensi menguat dengan kisaran 5.771-5.888 pada Rabu pekan ini,” ujar William dalam ulasannya.

sumber : bisnis.liputan6.com

IT RFB BDG