PT Rifan – Lama Bekerja Dari Rumah, Tips Agar Kembali Semangat Ke Kantor

Lama Bekerja Dari Rumah, Tips Agar Kembali Semangat Ke Kantor – PT Rifan

PT RIFAN BANDUNG – Bekerja dari rumah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 telah mengubah kehidupan normal banyak orang, membuat tertekan ketika harus kembali pada rutinitas sebelum pandemi, orang perlu mengkalibrasi ulang aktivitas dan mempersiapkan mental untuk kembali ke rutinitas sebelum pandemi.

Setelah merasakan kehidupan yang berbeda, akan terasa sulit untuk kembali ke kantor. Namun, itu bukan tidak mungkin, setelah menjalani kehidupan dengan waktu yang fleksibel dan bekerja dari rumah sama seperti ketika awal kehidupan pada masa karantina. Pada saat itu, bekerja dari rumah terlihat sangat menakutkan namun banyak orang telah beradaptasi dan mengatasi tantangan yang dihadapi.

Untuk beradaptasi, pola pikir memiliki peranan sangat penting. Jadi, luangkan waktu untuk memikirkan bagaimana ingin melangkah ke babak baru dalam hidup, alih-alih fokus pada hal-hal yang tidak dapat dilakukan, fokuslah pada hal-hal yang dapat dilakukan. Berikut beberapa tips tersebut :

1. Membingkai Kembali Pikiran

Anda harus mencoba membingkai kembali rasa takut untuk kembali bekerja ke dalam rasa untuk membangkitkan minat bekerja. Kondisi ini mungkin membuat Anda merasakan kegembiraan tentang seperti apa kehidupan kerja di masa depan, pastikan untuk mencatat perasaan dan tanya pada diri sendiri apa yang Anda nantikan.

Kehidupan selama masa karantina telah memberi kesempatan untuk menekan tombol reset, memenuhi kebutuhan akan istirahat, menenangkan diri atas kelelahan yang dialami, dan melakukan evaluasi atas apa yang bermakna penting bagi kita. Jadi, Anda perlu melakukan audit atas keseimbangan antara kehidupan dan produktivitas pekerjaan selama karantina, renungkan apa yang berhasil dan yang belum dan lihat perubahan apa yang dapat dibawa ke dunia setelah karantina,” katanya.

Jika berhasil olahraga lari atau berjalan saat jam makan siang selama karantina, maka coba dan simpan rutinitas ini ketika harus kembali ke kantor. Cobalah untuk mencocokkan apa yang berhasil dalam kehidupan karantina dan mencocokkannya dengan bingkai pikiran. Kemudian, Anda bisa membuat prioritas dari berbagai jenis tugas yang berbeda sehingga membuatnya merasa lebih mengendalikan kehidupan yang selalu berubah.

Kelola harapan. Hidup telah berada pada langkah yang sangat berbeda sejak karantina. Jadi, berharap untuk berlari maraton ketika belum melakukan pemanasan adalah jalan untuk kekecewaan, kemudian, Anda juga dapat menetapkan target produktivitas yang secara bertahap membangun kecepatan dan kekuatan sehingga dapat terus merasakan pencapaian dibandingkan rasa kecewa dan tidak cukup.

2. Sesuaikan Jadwal Tidur

Kebanyakan orang tidur larut dan bangun siang di masa karantina. Bastine mengatakan Anda harus menetapkan waktu bangun dan tidur di waktu yang tepat agar dapat bangun pada waktu yang ditentukan.

Langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tidur larut yang telah terjadi adalah menciptakan tekanan tidur dengan mengurangi waktu tidur. Jika memerlukan waktu 8 jam sehari untuk tidur, maka Anda perlu membuat badan lelah dengan hanya tidur 6 jam selama sekitar 3-4 hari.

Lebih mudah untuk begadang daripada bangun pagi, jadi bangun lebih awal untuk membuat diri lelah adalah formula yang lebih sederhana, setelah sekitar tiga hari, Anda harus menciptakan tekanan tidur yang cukup untuk kemudian mulai tidur sedikit lebih awal juga. Beri waktu sekitar 6 hari untuk mengejar tidur yang hilang dan sesuaikan dengan jadwal baru.

Setelah sekitar tiga hari, Anda harus menciptakan tekanan tidur yang cukup untuk kemudian mulai tidur sedikit lebih awal juga. Kalau begitu, beri diri sekitar enam hari untuk mengejar tidur yang hilang dan sesuaikan dengan jadwal baru.

3. Bekerja Seimbang

Ketika tiba saatnya untuk kembali ke meja kerja, Anda harus mengganti pekerjaan singkat dengan permainan singkat, dengan cara ini Anda dapat melayani kedua aspek pikiran kita, istirahat adalah proses aktif. Artinya, otak membutuhkan waktu dan ruang untuk memproses informasi sebelum dapat menyelesaikan masalah.

Jika merasa terjebak pada suatu masalah atau hanya dapat memikirkan kata-kata seseorang yang mengganggu pikiran, maka pergilah jalan-jalan atau penyegaran. Jangan takut untuk memuntahkan semua yang ada dalam pikiran kepada kolega, kita semua sedang mengalami hal yang sama sehingga mendapatkan perspektif yang berbeda akan membuka pandangan kita.

4. Kelola Stres Dan Waktu

Jika secara khusus harus bekerja pada pagi hari, maka mulailah dengan olahraga singkat. Bastine menuturkan Anda dapat membakar cukup kortisol stres untuk membuatnya berada di zona kinerja yang optimal.

5. Tetap Teratur

Luangkan waktu untuk menyelesaikan hari kerja. Atur meja, tulis daftar tugas, dan rencanakan atau susun tugas-tugas di masa yang akan datang. Tetap teratur merupakan hal penting dalam menjalani ritual ini.

6. Mudah dilakukan

Persiapkan tugas-tugas yang diminta dengan memulai tugas yang mudah dan lebih sederhana, dari mengirim email langsung ke proyek-proyek yang kurang menuntut secara mental, Kemudian, bekerjalah selama 1 jam dan pasang peringatan kepada orang lain Tidak bisa diganggu. Jangan lupa untuk istirahat selama 15 menit dan gunakan waktu istirahat untuk menggerakan tubuh dengan melakukan peregangan atau berjalan kaki singkat.

Setelah empat siklus 60-on-15-off, istirahat 1 jam, berikan pikiran masa istirahat aktif atau jalan-jalan dan berolahraga. Jalan-jalan untuk menjernihkan pikiran dan memeras sisa kortisol yang mengalir di pembuluh darah.

7. Buat laporan Waktu Visual

Bastine mengatakan kita dapat menggunakan aplikasi untuk melacak waktu dan kinerja, lihat seberapa baik yang Anda lakukan untuk membantu memulai motivasi dan fokus ketika mengalami sedikit kemerosotan,” katanya.

Bagi sebagian orang, pengaturan waktu merupakan cara untuk mencapai titik akhir. Demikian pula ketika sedang stres, kita mudah terganggu dan akhirnya beralih di antara tugas-tugas yang sedang dikerjakan. Kondisi ini tentu tidak efisien dari sisi waktu dan energi.

Dengan aplikasi pelacak kinerja dan waktu, kita dapat mengetahui untuk apa saja waktu digunakan. Waktu visual melaporkan, memotivasi, dan memberdayakan untuk melakukan penyesuaian yang lebih produktif.

8. Persiapkan Mental Untuk Hari Itu

Tips utama Bastine adalah jangan menjadwalkan panggilan penting dan rapat terlebih dulu di pagi hari. Memiliki acara penting dengan tuntutan tinggi dapat membuat menderita dan mengalami kecemasan sepanjang malam.

Dengan memiliki jadwal yang lebih siang, kita dapat memiliki sedikit waktu untuk berbaring dan mempersiapkan mental jika merasa lelah pada pagi hari.

9. Buat Ruang Tidur Menjadi Nyaman

Bastine menyarankan untuk mencoba menjadikan lingkungan dan waktu tidur sebagai tempat dan waktu yang paling menarik dan simpan semua kegiatan relaksasi favorit sampai akhir hari untuk menjadikannya tempat yang diinginkan daripada yang harus dihindari. Jadi, pastikan memiliki kasur yang menopang tulang belakang dengan benar dan membuat tetap sejuk untuk mengurangi panas berlebih sehingga sistem kekebalan tubuh dapat beroperasi pada suhu optimal dan untuk mengurangi rasa sakit, ketidaknyamanan, dan kecemasan.

10. Jaga Kebiasaan Sehat

Anda perlu makan dan mengistirahatkan pikiran untuk menjaga kesehatan. “Makan, minum, dan tidur dengan cara yang meningkatkan kreativitas produktif,” kata Bastine.

Dia juga menyarankan mengurangi kafein. “Lima cangkir kopi itu bukan teman sekarang,” kata Bastine.

11. Menerima

Terima hal-hal yang tidak bisa individu ubah. Di masa yang akan datang, tidak menutup kemungkinan kita akan berada di dalam kondisi siaga dan kekhawatiran tinggi – PT RIFAN

Sumber : tempo.co

Rifan Bandung