RIFAN FINANCINDO | Harga Minyak Mentah Anjlok

RIFAN FINANCINDO – Harga Minyak Mentah Anjlok

RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Harga Emas tergelincir ke level terendah dua bulan pada akhir perdagangan hari Kamis dinihari setelah data pekerjaan Amerika Serikat melampaui perkiraan memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan bergerak maju dengan rencana untuk menaikkan suku bunga, yang mendorong indeks dolar ke level tertinggi dalam tiga minggu.

Pengusaha swasta Amerika Serikat menambahkan 177.000 pekerjaan pada bulan Agustus, di atas perkiraan ekonom ?dan mendukung harapan untuk data non farm payrolls Amerika Serikat pada Jumat ini menjadi kuat.

Laporan optimis payrolls akan mendukung pandangan bahwa kenaikan suku bunga Amerika Serikat lebih lanjut mungkin terjadi, setelah para pejabat Fed memnyatakan nada hawkish pada pertemuan akhir pekan lalu.

Harga emas spot sempat merosot ke $ 1,304.91 per ons, terendah sejak 24 Juni, sehari setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa. Harga emas berakhir turun 0,16 persen pada $ 1,308.61 per ons setelah dolar berbalik sedikit lebih rendah. Logam ini menuju penurunan 3,2 persen pada Agustus.

Sedangkan harga emas berjangka Amerika Serikat berakhir anjlok 0,4 persen pada $ 1,311.40, dan terakhir anjlok 0,36 persen pada $ 1,311.80.

Ketua Fed Janet Yellen mengatakan pada hari Jumat kesempatan untuk suku bunga yang lebih tinggi itu menguat, sementara Wakil Ketua Stanley Fischer kemudian menyarankan peningkatan bisa datang secepat September.

Pada hari Rabu, Presiden Fed Boston Eric Rosengren mengatakan Fed harus mempertimbangkan bahwa lebih cepat tingkat bunga naik dari waktu ke waktu bisa mencegah risiko bagi perekonomian, sementara Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan ia semakin yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat telah melambat secara permanen.

Kekuatan awal di dolar Amerika Serikat dan kenaikan spekulasi suku bunga berada di balik kelemahan emas, analis Commerzbank, Carsten Fritsch mengatakan, menambahkan bahwa itu sudah mendekati level kunci psikologis $ 1.300.

Perak naik 0,48 persen pada $ 18,65 per ons. Platinum merosot 0,42 persen pada $ 1,047.60, setelah menyentuh level terendah delapan minggu di $ 1,043.20. Paladium turun 1,03 persen pada $ 670,50, setelah menyentuh enam minggu rendah pada $ 665,97.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas berpotensi lemah dengan masih menguatnya harapan kenaikan suku bunga AS. Harga emas diperkirakan berada pada kisaran Support $ 1,307-$ 1,305 dan jika harga naik di kisaran Resistence $ 1,311-$1,313.

sumber : vibiznews.com

IT RFB BDG