Rifan Financindo Berjangka – 5 Kebiasaan Buruk Di Bulan Puasa, Penderita Gerd Wajib Hindari

Rifan Financindo Berjangka – 5 Kebiasaan Buruk Di Bulan Puasa, Penderita Gerd Wajib Hindari

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG – Bagi orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, perubahan pola makan rasanya tak terhindarkan. Hal ini juga dialami oleh para penderita asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (Gerd). Padahal, penderita Gerd, terutama jika kasusnya parah, harus menjaga pola makan dan gaya hidupnya dengan baik termasuk di bulan Ramadhan. Agar asam lambung tak naik, dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK dari RS Pondok Indah, Pondok Indah membagikan sejumlah tips puasa tentang kebiasaan buruk di bulan puasa apa saja yang perlu dihindari penderita Gerd, antara lain:

1. Makan terlalu kenyang

Lambung memiliki cincin atau katup yang disebut sfingter. Sfingter harus dijaga tetap tertutup setelah makanan masuk ke dalam lambung agar makanan tidak kembali naik. Namun, pada penderita Gerd, katup tersebut sering kali longgar dan tidak bisa tertutup dengan baik. Untuk itu, dianjurkan untuk tidak makan terlalu kenyang. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, mungkin rasanya sulit untuk tidak menyantap makanan dengan lahap. Namun, penderita Gerd disarankan makan secara perlahan dan sedikit-sedikit sesuai kebutuhan sehingga lambung tidak terisi terlalu penuh. “Termasuk cairan. Jadi tidak makan atau minum yang membuat lambung terlalu penuh

2. Makan terburu-buru

Rasa lapar juga membuat sebagian dari kita makan terburu-buru. Namun, hal ini sebaiknya dihindari oleh penderita Gerd. Tirta menyarankan untuk mengunyah secara perlahan dan sempurna, sekitar 30 hingga 50 kali kunyah, untuk memberikan kesempatan pada seluruh enzim yang ada do air liur bercampur dengan makanan sehingga makanan lebih mudah dicerna. Memotong makanan kecil-kecil juga cukup membantu agar lebih mudah dicerna. “Sehingga ketika masuk ke dalam lambung bentuknya sudah kecil dan sudah sebagian mengalami proses pencernaan,” ucapnya.

3. Menggunakan pakaian ketat

Hindari pula mengenakan pakaian yang terlalu mengikat di daerah lambung atau ulu hati. Jika mengenakan ikat pinggang, misalnya, usahakan melonggarkannya ketika makan untuk memastikan tidak ada penghalang bagi makanan untuk turun ke lambung.

4. Rebahan setelah makan

Pada kondisi terlalu kenyang, banyak orang merasa lelah dan pada akhirnya rebahan. Kebiasaan ini sangat tidak dianjurkan untuk penderita Gerd. Pastikan setelah makan tetap pada posisi tegak atau duduk dan tidak berbaring kurang lebih satu hingga dua jam setelah makan. “Ini untuk memastikan makanannya bisa turun. Karena kita membutuhkan bantuan dari gravitasi supaya makanan bisa turun,” ujar Tirta. Jika memungkinkan, usahakan sedikit beraktivitas setelah makan. Cukup lakukan gerakan ringan seperti membersihkan meja, mencuci piring bekas makan, hingga berjalan santai di sekitar rumah atau halaman. “Pastikan punya jarak (waktu) yang cukup agar bisa makan secara perlahan, makanan dikunyah sempurna dan bisa punya sedikit waktu untuk tidak langsung tidur,” kata dia.

5. Tidak menjaga berat badan

Mengabaikan berat badan juga merupakan hal yang salah bagi penderita Gerd. Sebab, pada banyak kasus, orang-orang yang berhasil menurunkan berat badan biasanya juga bisa mengurangi keluhan refluks asam lambung yang dialaminya. “Orang yang punya masalah lambung tidak boleh gemuk,” kata Tirta – RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : kompas.com

Rifan Bandung