RIFAN FINANCINDO | Bursa Wall Street Berakhir Mixed

RIFAN FINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFAN FINANCINDO | Bursa Wall Street Berakhir Mixed

RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Bursa saham A.S. ditutup mixed pada akhir perdagangan Rabu dinihari (17/05) dengan investor mencermati perkembangan politik pemerintahan Trump.

Indeks S & P tergelincir 0,1 persen setelah mencapai level intraday sepanjang masa, dengan utilitas memimpin penurunan. Perawatan kesehatan juga termasuk di antara yang lambat, turun 0,4 persen setelah saham Pfizer diturunkan untuk dijual dari netral di Citi. Penurunan perawatan kesehatan juga mencerminkan ketidakpastian seputar peraturan pemerintah tentang perawatan kesehatan.

Indeks Nasdaq berhasil mencatat rekor tertinggi pada basis intraday dan penutupan, naik 0,3 persen. Indeks teknologi berat juga membukukan kemenangan beruntun tiga hari dan telah ditutup menguat dalam delapan dari 10 sesi terakhir.

Indeks S & P dan Nasdaq telah berhasil mencatat rekor tertinggi akhir-akhir ini kendati ada beragam berita beragam yang keluar dari Washington.

Pekan lalu, Presiden Donald Trump memecat Direktur FBI James Comey dan, pada hari Selasa, dia membela pembagian informasi yang dikabarkan sangat rahasia dengan pejabat Rusia melalui Twitter.

Tweet Trump: Sebagai Presiden saya ingin berbagi dengan Rusia (pada pertemuan W.H. yang dijadwalkan secara terbuka) yang saya punya hak mutlak untuk dilakukan, fakta-fakta yang berkaitan …. untuk terorisme dan keselamatan penerbangan. Alasan kemanusiaan, ditambah lagi saya ingin Rusia meningkatkan perjuangan melawan ISIS & terorisme.

Kemudian pada hari Selasa, New York Times pertama kali melaporkan bahwa Israel adalah sekutu yang mengumpulkan intelijen yang sangat rahasia yang diduga dimiliki Trump.

Indeks Dow Jones ditutup datar, dengan IBM memberikan kontribusi keuntungan paling banyak dan UnitedHealth merupakan kerugian paling banyak.

Home Depot juga memberikan kontribusi kenaikan pada Dow setelah melaporkan pendapatan kuartal pertama sebesar $ 1,67 per saham atas pendapatan sebesar $ 23,89 miliar. Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan keuntungan sebesar $ 1,62 per saham pada penjualan $ 23,74 miliar. Stok Home Depot naik sekitar 1,5 persen.

Dalam berita ekonomi, perumahan mulai mencapai 1.172 juta di bulan April, jauh di bawah yang diperkirakan 1,26 juta. Sementara produksi industri naik 1 persen, lebih tinggi dari kenaikan yang diharapkan sebesar 0,4 persen.

Indeks Dow Jones turun 2,19 poin atau 0,01 persen menjadi ditutup pada 20,979.75, dengan penurunan tertinggi saham UnitedHealth dan Microsoft yang naik.

Indeks S & P 500 merosot 1,65 poin atau 0,07 persen, berakhir pada 2.400,67, dengan utilitas memimpin sembilan sektor lebih rendah dan sektor keuangan dan teknologi informasi sebagai yang meningkat.

Indeks Nasdaq naik 20,20 poin atau 0,33 persen, ditutup pada 6.169,87.

Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan oleh EIA yang diindikasikan menurun. Jika terealisir akan menguatkan harga minyak mentah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street akan bergerak positif jika harga minyak mentah terealisir meningkat. Juga akan mencermati kebijakan Presiden AS Donald Trump.

sumber : vibiznews.com

IT RFB BDG