RIFAN FINANCINDO | Harga Minyak Mentah Turun

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Harga Minyak Mentah Turun

RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Harga minyak mentah berakhir lebih rendah dalam perdagangan volatile pada akhir perdagangan Kamis dinihari (17/11) tertekan peningkatan persediaan minyak mentah mingguan AS yang dilaporkan melebihi perkiraan.

Energy Information Administration (EIA) AS mengatakan persediaan minyak mentah naik untuk minggu ketiga berturut-turut dan naik lebih besar dari yang diperkirakan 5,3 juta barel pekan lalu, di atas perkiraan analis 1,5 juta barel kenaikan dalam jajak pendapat Reuters.

Harga minyak mentah berjangka AS ditutup turun 24 sen atau 0,52 persen menjadi $ 45,57 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan global Brent turun 42 sen ke $ 46,53 per barel.

Penurunan lebih lanjut tertahan dengan komentar optimis dari Rusia yang mengatakan siap untuk mendukung keputusan OPEC pada pembekuan produksi minyak mentah. Menteri Energi Rusia Alexander Novak, Rabu ia melihat peluang besar bahwa kelompok produsen minyak dapat menyetujui ketentuan pembekuan pada 30 November.

Sementara itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan ia akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal OPEC Mohammed Barkindo di Caracas pada Rabu untuk membahas pembekuan produksi.

Sejumlah menteri energi dari negara-negara OPEC juga akan bertemu secara informal di Doha pada hari Jumat untuk mencoba membangun konsensus atas keputusan-keputusan yang diambil oleh kelompok pada bulan September di Algiers, kata sumber energi Aljazair.

Pertemuan-pertemuan informal termasuk melibatkan menteri energi dari Arab Saudi dan Rusia. Tetapi menteri minyak Iran tidak akan hadir, tapi mengirimkan Gubernur OPEC negara tersebut, kata sumber-sumber.

Dua sumber yang akrab dengan diskusi mengatakan upaya sedang dilakukan untuk mempersempit kesenjangan dan kesepakatan akhir akan tercapai. Salah satu isu terkait tingkat produksi di mana Iran akan diharapkan untuk membekukan produksi.

Sumber, seperti yang dilansir CNBC,  mengatakan Iran ingin produksi dibatasi dari 4 juta barel per hari, sementara anggota lain dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak ingin Iran untuk membekukan pasokan sekitar 3,7 juta barel per hari.

“Kami memperkirakan kemungkinan produksi OPEC yang sebenarnya dipotong sebagai 50-50,” kata Hans van Cleef, ekonom energi senior di ABN Amro.

“Jika OPEC akan tetap pada niatnya untuk mengatur batas produksinya di 32,5 juta barel per hari, atau bahkan lebih rendah, optimisme pasar kemungkinan akan naik, yang bisa mendukung harga minyak.”

Bank Belanda tersebut menurunkan perkiraan harga minyak pada hari Rabu, mengharapkan Brent dan minyak mentah AS rata-rata $ 50 per barel pada kuartal keempat.

Dalam sinyal bullish untuk pasar minyak, Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan konsumsi minyak Rabu akan mencapai puncaknya tidak lebih cepat dari 2040 meskipun berlakunya kesepakatan iklim Paris yang bermaksud untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil global pada akhir abad belum selesai.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi turun dengan meningkatnya persediaan dan penguatan dollar AS. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 45,10 -$ 44,60, sedangkan jika naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 46,10-$ 46,60.

IT RFB BDG