0

RIFAN FINANCINDO | Pelemahan dolar AS dorong harga emas

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO | Pelemahan dolar AS dorong harga emas naik tipis

RIFAN FINANCINDO BANDUNG | Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena dolar AS melemah meski data inflasi konsumen AS lebih kuat dari perkiraan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, naik 1,3 dolar AS atau 0,1 persen menjadi menetap di 1.329,3 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Menurut data resmi yang dirilis pada Kamis (14/9), Indeks Harga Konsumen AS untuk Semua Konsumen Perkotaan (CPI-U) naik 0,4 persen pada Agustus disesuaikan secara musiman, kenaikan terbesar tahun ini.

Pada basis 12-bulan, indeks semua item naik 1,9 persen.

Namun, beberapa analis yakin inflasi konsumen masih di bawah target dua persen yang ditetapkan oleh Federal Reserve, dan ini mungkin menghalangi rencananya untuk meningkatkan suku bunga utama berikutnya.

Indeks Dolar AS, sebuah ukuran mata uang dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,32 persen menjadi 92,11 pada pukul 18.01 GMT.

Saat dolar AS turun, emas berjangka akan naik karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi para investor.

Namun, kenaikan emas dibatasi oleh pasar saham yang terus menguat. Dow Jones Industrial Average naik 41,04 poin atau 0,19 persen menjadi 22.199,22 poin pada pukul 18.11 GMT.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 7,8 sen atau 0,44 persen, menjadi ditutup pada 17,789 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober turun 2,3 dolar AS atau 0,23 persen, menjadi menetap di 980,9 dolar AS per ounce.

RIFAN FINANCINDO | Dolar AS melemah setelah angka inflasi naik

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO BANDUNG | Kurs dolar AS diperdagangkan terus melemah pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan data inflasi yang kuat.

Indeks Harga Produsen yang disesuaikan secara musiman untuk permintaan akhir naik 0,2 persen pada Agustus, kata Departemen Tenaga Kerja AS dalam sebuah laporan pada Rabu (13/9), lapor Xinhua.

Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Perkotaan (CPI-U) naik 0,4 persen pada Agustus disesuaikan secara musiman, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis (14/9).

Selama 12 bulan terakhir, harga konsumen naik 1,9 persen. Perubahan 12 bulan dalam indeks untuk semua item dikurangi makanan dan energi tetap di 1,7 persen untuk bulan keempat berturut-turut, menurut laporan tersebut.

Wall Street terus mengawasi data inflasi karena mereka mungkin mengindikasikan langkah Federal Reserve selanjutnya.

Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga Fed pada Desember meningkat menjadi 52,9 persen dari 41,3 persen setelah data inflasi dirilis, menurut alat FedWatch CME Group.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,47 persen menjadi 92,087 pada akhir perdagangan.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan dalam sebuah laporan terpisah bahwa dalam pekan yang berakhir 9 September, angka awal untuk klaim pengangguran baru AS yang disesuaikan secara musiman mencapai 284.000, turun 14.000 dari tingkat belum direvisi 298 minggu sebelumnya.

Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 263.250, meningkat 13.000 dari rata-rata minggu sebelumnya yang tidak direvisi sebesar 250.250. Ini adalah level tertinggi untuk rata-rata ini sejak 13 Agustus 2016, ketika mencapai 263.250, menurut laporan tersebut.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,1918 dolar AS dari 1,1885 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi 1,3400 dolar AS dari 1,3202 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7990 dolar AS dari 0,7984 dolar AS

Dolar AS dibeli 110,53 yen Jepang, sedikit lebih tinggi dari 110,51 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9642 franc Swiss dari 0,9647 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2187 dolar Kanada dari 1,2199 dolar Kanada.

sumber : antaranews.com

IT RFB BDG

Leave a Reply