RIFANFINANCINDO – Data ekonomi dan memudarnya ketakutan virus

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Data ekonomi dan memudarnya ketakutan virus picu

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Wall Street melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan acuan S&P 500 membukukan rekor penutupan tertinggi ketika saham AS menguat untuk hari ketiga berturut-turut, didorong data ekonomi Amerika Serikat dan memudarnya kekhawatiran akan kejatuhan keuangan akibat virus korona di China.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 483,22 poin atau 1,68 persen menjadi ditutup di 29.290,85 poin. Indeks S&P 500 meningkat 37,1 poin atau 1,13 persen menjadi berakhir di 3.334,69 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 40,71 poin atau 0,43 persen menjadi 9.508,68 poin.

Nasdaq juga mencatat rekor penutupan, tetapi kerugian curam di saham Tesla membatasi kenaikan indeks.

Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP (Automatic Data Processing) menunjukkan lapangan kerja swasta meningkat 291.000 pekerjaan pada Januari, terbesar sejak Mei 2015, sementara laporan terpisah menunjukkan aktivitas sektor jasa AS meningkat bulan lalu, menunjukkan ekonomi dapat terus tumbuh moderat tahun ini bahkan ketika belanja konsumen melambat .

S&P 500 telah lebih dari pulih dari penurunan tajam pekan lalu setelah China meningkatkan likuiditas untuk membatasi dampak ekonomi dari wabah virus corona.

“Ada beberapa alternatif untuk saham dalam lingkungan suku bunga rendah ini dan selama ekonomi menunjukkan bahwa itu bisa bertahan di sana, orang-orang terus kembali ke pasar sebagai tempat untuk berinvestasi,” kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investasi di New Vernon, New Jersey.

“Saat ini, mereka lebih takut kehilangan pasar daripada menjual,” kata Meckler.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor energi terangkat 3,78 persen seiring dengan kenaikan harga minyak mentah, melampaui sektor lainnya.

Sektor kesehatan menguat 2,00 persen, dipimpin oleh perusahaan asuransi kesehatan serta oleh kenaikan 17,5 persen saham Biogen, setelah perusahaan biotek memenangkan hak paten atas obat multiple sclerosis.

Sementara real estat turun 0,07 persen, satu-satunya sektor yang berakhir di wilayah negatif.

Saham Tesla mendingin setelah reli besar enam hari, anjlok 17,2 persen setelah seorang eksekutif senior memperingatkan bahwa wabah virus corona di China akan menunda pengiriman mobil Model 3 yang dibuat di pabrik Shanghai.

Musim pelaporan keuangan kuartal keempat untuk perusahaan-perusahaan besar AS lebih dari setengahnya selesai, dengan perusahaan-perusahaan S&P 500 membukukan kenaikan 1,6 persen dalam laba untuk periode tersebut, menurut data IBES dari Refinitiv.

“Kami telah memiliki beberapa hasil yang beragam, tetapi nama-nama besar mengejutkan naik,” kata Delores Rubin, pedagang ekuitas senior di Deutsche Bank Wealth Management di New York. “Ketika itu terus berlanjut, orang-orang tidak menemukan banyak alasan untuk tidak berada di pasar.”

Dalam berita laba perusahaan, saham Ford Motor Co jatuh 9,5 persen setelah perusahaan menyampaikan perkiraan 2020 yang lebih lemah dari perkiraan.

Saham Coty Inc melonjak 14,5 persen setelah pembuat kosmetik dan pewangi melaporkan laba kuartalan di atas ekspektasi.

Saham Merck turun 2,9 person setelah produsen obat itu mengatakan akan memisahkan kesehatan wanita, obat-obatan biosimilar, dan produk yang lebih tua menjadi perusahaan publik yang terpisah.

Sekitar delapan miliar saham berpindah tangan di bursa Amerika Serikat, di atas rata-rata harian 7,7 miliar selama 20 sesi terakhir.

sumber : antaranews.com

IT RFB BDG