RIFANFINANCINDO – Bursa Wall Street Cetak Rekor

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO BERJANGKA – Bursa Wall Street Cetak Rekor

RIFANFINANCINDO BANDUNG –  Bursa Saham AS ditutup mencetak rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Jumat dinihari (09/12), setelah pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral Eropa.

Indeks Dow Jones naik lebih dari 100 poin sebelum menutup sekitar 60 poin lebih tinggi, dengan saham Goldman Sachs berkontribusi paling besar dalam keuntungan. Indeks blue-chip kini telah membukukan keuntungan di 19 dari 23 sesi terakhir dan 13 rekor menutup sejak pemilu.

Indeks S & P 500 ditutup 0,2 persen lebih tinggi, dengan sektor keuangan naik sekitar 1 persen untuk memimpin kenaikan.

Indeks Nasdaq menguat 0,4 persen.

Tiga indeks utama, bersama dengan kapital kecil Russell 2000 dan S & P Mid Cap 400, semua ditutup pada rekor tertinggi.

Saham AS diperdagangkan dalam kisaran sempit untuk sebagian besar pagi, karena investor mencerna keputusan ECB untuk mempertahankan suku bunga stabil.

Bank sentral juga memperpanjang program pelonggaran kuantitatif sampai Desember 2017, namun akan mengurangi pembelian menjadi 60 miliar euro per bulan dari 80 miliar euro. Dalam konferensi pers, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan “ketidakpastian berlaku di mana-mana,” tetapi menambahkan risiko deflasi sebagian besar telah menghilang.

ECB secara luas diperkirakan akan mengumumkan melanjutkan program pembelian obligasi triliun euro sangat besar pada pertemuan pada hari Kamis, namun beberapa analis terkejut dengan rincian pengumuman.

Euro sideways menyusul pengumuman ECB, perdagangan di bawah $ 1,09 terhadap dolar sebelum jatuh sekitar 1,4 persen menjadi $ 1,061. Sementara itu dollar AS naik 0,85 persen terhadap sekeranjang mata uang untuk perdagangan di 101,1.

Imbal hasil obligasi negara Eropa melonjak, dengan 10-tahun Bund Jerman menghasilkan 0.372 persen, sedangkan yield 10-tahun Italia naik menjadi 1,999 persen.

Treasury AS juga jatuh, dengan yield benchmark 10-tahun naik menjadi 2,3944 persen.

Dalam berita ekonomi, klaim pengangguran mingguan sesuai harapan di 258.000.

Investor telah fokus pada data ekonomi AS dan mempersiapkan diri untuk pertemuan Federal Reserve dijadwalkan minggu depan. Menurut alat FedWatch CME Group, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga berada di atas 95 persen.

Sementara itu, di pasar minyak, minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman Januari naik 2,15 persen menjadi berakhr di $ 50,84 per barel.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 65,19 poin, atau 0,33 persen, menjadi ditutup pada 19,614.81, dengan kenaikan tertinggi saham Goldman Sachs dan saham United Technologies alami penurunan terbesar.

Indeks S & P 500 naik 4,84 poin, atau 0,22 persen, menjadi berakhir pada 2,246.19, dengan sektor keuangan memimpin delapan sektor yang lebih tinggi dan sektor industri yang tertinggal.

Indeks komposit Nasdaq naik 23,59 poin, atau 0,44 persen, menjadi ditutup pada 5,417.36.

Malam nanti akan dirilis data Michigan Consumer Sentiment Desember yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menguatkan bursa Wall Street.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada pergerakan selanjutnya akan bergerak positif jika data Michigan Consumer Sentiment meningkat. Namun juga akan mencermati pertemuan Bank Sentral Eropa dan harga minyak mentah naik.

sumber : vibizews.com

IT RFB BDG