RIFANFINANCINDO – Rupiah Senin pagi menguat

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Rupiah Senin pagi menguat

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, bergerak menguat sebesar 15 poin menjadi Rp13.225 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.240 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin mengatakan bahwa pergerakan mata uang rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar AS, data neraca perdagangan Indonesia yang surplus masih direspon positif oleh pelaku pasar.

“Surplusnya neraca perdagangan Indonesia dapat mengimbangi imbas negatif dari berita peluncuran Korea Utara,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2017 mengalami surplus 1,72 miliar dolar AS, dipicu oleh surplus sektor nonmigas 2,41 miliar dolar AS.

Ia menambahkan bawa pelemahan dolar AS juga dipicu oleh faktor internalnya, salah satunya data penjualan ritel Amerika Serikat yang menurun hingga dampak ekonomi AS akibat badai Harvey dan Irma sebelumnya.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan bahwa kemungkinan mata uang dolar AS cenderung melemah merespon hasil pertemuan bank sentral AS (The Fed) pada 19-20 September ini, dan bank sentral Jepang (BoJ) pada 21 September.

“Investor menanti keputusan suku bunga moneter dari kedua bank sentral itu, yang memperkirakan suku bunga benchmark kedua bank sentral tersebut akan tetap,” katanya.

Ia menambahkan investor juga menunggu pengumuman the Fed terkait proyeksi ekonomi AS, dan rencana the Fed untuk mengurangi neracanya.

RIFANFINANCINDO – Menunggu Sinyal dari Bank Sentral AS, Bursa Asia Menguat

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO BANDUNG Р  Bursa Asia menguat pada pembukaan perdagangan Senin pekan ini. Investor sedang menunggu petunjuk kebijakan yang akan dijalankan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) pada pekan ini.

Mengutip CNBC, Senin (18/9/2017), Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,46 persen di awal perdagangan. Saham di sektor teknologi menjadi pendorong penguatan. Saham Samsung naik 1,07 persen dan saham SK Hynix naik 2,72 persen.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga naik 0,55 persen. Sektor keuangan menjadi mendorong penguatan dengan naik 0,97 persen. Sektor energi dan utilitas juga berada di zona hijau.

Sedangkan bursa saham Jepang tutup karena hari libur nasional.

Komite Bank Sentral AS akan bertemu pada kepan ini pada Kamis waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut akan membahas mengenai kebijakan moneter yang memang ditunggu oleh pelaku pasar.

Sebenarnya pasar tidak menunggu rencana kenaikan suku bunga karena kebijakan tersebut sudah diantisipasi sejak lama. Pasar menunggu mengenai rincian lebih lanjut usai kenaikan suku bunga tersebut.

“Data-data ekonomi masih dikonfirmasi. Investor belum masih melihat kebijakan yang akan diambil oleh the Fed,” jelas kepala analis Asia Pasifik OANDA Stephen Innes.

Pada pekan lalu, Wall Street mencetak rekor dengan indeks S&P 500 melampaui 2.500 poin terpicu kenaikan saham telekomunikasi dan teknologi yang menguat kembali usai dua hari melemah.

Indeks S & P 500 kembali mencapai posisi 2.500, usai sekitar empat bulan ditutup di atas 2.400. Ini membuat indeks ini menguat hampir 12 persen di 2017.

“Orang-orang khawatir kehilangan karena pasar terus melaju. Mereka pikir mungkin akhirnya perlu melompat masuk. Perilaku investor ritel lebih penting dari sebelumnya,” ujar Phil Blancato, Kepala Ladenburg Thalmann Asset Management di New York.

sumber : bisnis.liputan6.com | anraranews.com

IT RFB BDG