RIFANFINANCINDO – Wall Street Kembali Cetak Rekor, Dow

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Wall Street Kembali Cetak Rekor, Dow Sempat Menembus 23.000

RIFANFINANCINDO BANDUNG – Dow Jones Industrial Average
sempat menembus angka 23.000 untuk pertama kalinya pada hari Selasa (atau Rabu dini hari WIB), didorong oleh pendapatan yang kuat dari UnitedHealth dan Johnson & Johnson, namun akhirnya menutup sesi di bawah level tersebut (18/10).

Indeks blue-chip ini telah terus merangkak naik 2,6
persen sepanjang bulan ini, menempatkannya di jalur
kenaikan bulanannya yang ketujuh secara langsung.

Dow dalam waktu dekat ini akan sulit untuk
mempertahankan pergerakan di atas 23.000, kata kepala market strategist dari Boston Private Wealth di New York, seperti dirilis Reuters (18/10).

“Menurut saya Dow mungkin turun kembali sebelum naik lagi di atas level itu. Mungkin perlu waktu beberapa hari atau beberapa minggu,” katanya.

Data ekonomi yang kuat belakangan ini dan harapan baru bahwa Presiden Donald Trump mungkin akan dapat membuat kemajuan dalam reformasi pajak juga telah membantu mengangkat saham dalam beberapa pekan terakhir.

Saham perusahaan asuransi kesehatan terbesar di AS
UnitedHealth menyentuh level intraday tertinggi dan
ditutup naik 5,5 persen setelah perusahaan tersebut
melaporkan laba yang lebih kuat dari perkiraan dan
menaikkan perkiraan pendapatan setahun penuhnya.

Johnson & Johnson naik 3,4 persen, membukukan hasil yang lebih baik dari perkiraan, memimpin kenaikan 1,3 persen di sektor kesehatan S&P, menurut Reuters (18/10).

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 40,48 poin
atau 0,18 persen, berakhir pada 22,997.44, level rekor
penutupan baru. Indeks sempat naik setinggi 23.002.20 selama sesi bursa berlangsung.

S&P 500 naik 1,72 poin atau 0,07 persen ke 2.559,36,
juga rekor tertingginya. Nasdaq Composite melemah
tipis 0,35 poin atau 0,01 persen menjadi 6.623,66.

Kenaikan terjadi di antaranya pada beberapa perusahaan asuransi kesehatan dan operator rumah sakit AS oleh berita kesepakatan bipartisan di Senat untuk menstabilkan program Obamacare. Saham Anthem naik 1,9 persen, sementara saham Tenet Healthcare naik 5,3 persen.

Saham finansial merupakan ganjalan terbesar pada
S&P500, dengan saham Goldman Sachs turun 2,6 persen sekalipun melaporkan penurunan keuntungan dan pendapatan yang lebih kecil dari perkiraan.

Analis Vibiznews melihat dengan penutupan di rekor
kembali dari bursa Wall Street maka bursa kawasan Asia akan cenderung juga mendapat support lagi penguatan bursa. Hambatannya adalah kesempatan investor untuk ambil untung.

sumber : vibiznews.com

IT RFB BDG