Selasa Pagi, Rupiah Menguat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Laju nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (28/6) menguat 0,26% atau 34 poin ke level Rp 13.316 per dolar Amerika Serikat (USD). Sebelumnya, nilai tukar mata uang nasional??di pasar spot ditutup naik 0,30% atau 40 poin ke level Rp 13.351/USD.

Berdasarkan data dari Limas, rupiah pada pagi ini menguat ke level Rp 13.275/USD, dimana kemarin rupiah berakhir di level Rp 13.357/USD. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka menguat ke? level Rp 13.256/USD, terapresiasi 1,77% atau 239 poin dari posisi Rp 13.495/USD pada Senin (27/6).

Menguatnya rupiah ditengarai dari penyelesaian RUU Tax Amnesty yang diharapkan dapat diputuskan pada pekan ini, sehingga bisa menggerakan ekonomi nasional.

Sementara itu, dampak hengkangnya Inggris dari Uni Eropa diperkirakan sudah mulai mereda. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mengatakan, rupiah yang mengalami volatililtas pada Senin kemarin tidak lepas dari akibat keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit, namun bukan karena gejolak di Asia. Sehingga lanjut Mirza, sifatnya tidak akan lama.

Menurut Mirza,? volatilitas rupiah kemarin tidak lepas dari imbas hengkangnya Inggris dari Uni Eropa alias Brexit, jadi bukan karena gejolak di Asia. ??Meskipun bursa Asia tak bermasalah, namun pemerintah dan BI mengaku tetap waspada dengan volatilitas rupiah yang terjadi belakangan ini karena Brexit.

Jadi, jika rupiah mengalami volatilitas, maka itu akan bersifat sementara dan nantinya akan normal kembali seperti biasa dan tekanannya akan mereda kembali.?? Lebih lanjut Mirza mengatakan, jika melihat dari pasar keuangan di London, di sana memang terjadi gejolak ekonomi dan saham mengalami penurunan tetapi harganya masih terpantau stabil.

Sebagai informasi, prediksi Bank Indonesia (BI) terkait?inflasi Juni?2016 yang tidak sampai 1% terbilang tepat. Bahkan, meski ada beberapa harga komoditi yang naik karena Ramadhan, tapi Indonesia masih bisa meraih angka inflasi maksimal sekitar 0,7%.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, hingga pekan ketiga bulan ini, inflasi Indonesia mencapai 0,56%. Hal ini dirasa cukup baik lantaran pemerintah mampu mengendalikan harga agar tak terlalu bergejolak.?? Paling besar 0,7% untuk inflasi bulan ini month to month.

Selain itu, pembagian THR yang diperuntukkan untuk para pekerja dan PNS sangat mendorong inflasi ke arah yang lebih positif lantaran, daya beli masyarakat akan tergenjot karena pencairan THR tersebut.? Meski demikian, yang harus lebih diwaspadai adalah inflasi karena kenaikan harga tiket transportasi angkutan umum yang digunakan untuk Lebaran RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 

sumber : financeroll.co.id

IT RFB BDG