Rifan Financindo Berjangka – Tanda Tanda Kamu Kena Mikromanajemen Di Kantor Dan Cara Mengatasinya

Tanda Tanda Kamu Kena Mikromanajemen Di Kantor Dan Cara Mengatasinya – Rifan Financindo Berjangka

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG – Saat bekerja, semua orang tentu ingin punya atasan yang mampu memimpin dengan baik, tapi kadang ada juga yang malah bertemu dengan sosok atasan mikromanajer dengan gaya kepemimpinan mikromanajemen.

Mikromanajemen adalah istilah untuk menggambarkan gaya kepemimpinan saat seorang atasan memberikan pengawasan serta pengarahan secara berlebihan kepada seorang bawahan. Mereka punya kesulitan dalam mendelegasikan dan memberi kepercayaan pada bawahannya.

Dalam hal ini mereka ikut membenamkan dirinya dengan mengawasi tiap proyek dan terus mengoreksi hal kecil, hingga melupakan masalah besarnya. Mereka juga tidak segan-segan untuk mengambil alih pekerjaan kalau ada sesuatu yang salah, tanpa memedulikan bawahannya. Gaya kepemimpinan ini lebih banyak memberikan dampak buruk daripada dampak baik.

Nah, berikut beberapa tanda mikromanajemen dari seorang atasan:

1. Ingin selalu tahu keberadaan timnya dan hal yang sedang dikerjakan mereka
2. Mengambil alih pekerjaan seseorang kalau orang tersebut berbuat salah
3. Tidak pernah puas dengan hasil pekerjaan orang lain
4. Mau segala sesuatu berjalan sesuai caranya
5. Melarang orang untuk mengambil keputusan
6. Emosi berlebihan
7. Menuntut pembaruan informasi secara terus-menerus

Lalu, bagaimana cara mengatasi atasan dengan gaya seperti ini? Berikut beberapa solusi yang bisa kamu coba.

1. BERTANYA ATAU BERDISKUSI

Komunikasi adalah salah satu hal penting dalam kehidupan, termasuk pekerjaan. Kamu bisa berdiskusi dengan teman-teman ‘senasib’ untuk saling bertukar pikiran tentang solusi terbaik atau langkah-langkah tepat untuk mengatasi ataupun menghadapi atasan yang selalu mengekang pekerjaan setiap karyawannya. Selain itu, tentunya kamu juga bisa membicarakan aturan yang jelas tentang panduan kerja bersama atasanmu agar ‘aturan main’nya sama-sama saling menguntungkan kedua belah pihak.

2. BERSIKAP PROAKTIF DALAM BEKERJA

Menjadi proaktif bukanlah mencari perhatian, tetapi ini untuk menunjukkan kemampuan bekerjamu, termasuk bertanggung jawab dalam setiap hal yang kamu lakukan.

3. MEMINTA DELEGASI TUGAS

Mulailah ikut serta dalam proyek lain yang kamu yakini bisa kamu lakukan dengan kemampuan dan kapasitas yang kamu miliki. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan sekaligus memperbaiki kemampuan pendelegasian tugas oleh atasanmu. Jangan lupa untuk memberikan perkembangan laporan secara berkala tanpa harus diminta terlebih dahulu.

4. BERIKAN YANG TERBAIK

Dalam bekerja tentunya semua harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab sesuai tugas yang diberikan. Tunjukkan bahwa dirimu mampu menghadapi pekerjaan ini dan berusahalah menjadi kebanggaan atasanmu.

5. LAPORKAN KE HRD

Bila kamu merasa tidak nyaman, segera laporkan sistem kerja ini kepada tim HRD. Setelah itu, cari solusi yang efektif bersama atasan.

6. RESIGN

Ini adalah solusi terakhir apabila kamu ternyata sudah tidak sanggup untuk menghadapi atasanmu. Namun, tetap diingat mencari sebuah pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Sebisa mungkin usahakan kamu sudah mendapatkan pekerjaan pengganti agar kamu tidak menjadi pengangguran dan tetap punya pemasukan –

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : sundonews.com

Rifan Bandung