Tertahan di Jalur Merah, IHSG Tergerus 24 Poin

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pergerakan ?Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di teritori negatif hingga mengakhiri perdagangan di sesi I. IHSG ditutup turun 24 poin.?

Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup terpangkas 24,903 poin (0,50%) ke 4.909.086. Sementara indeks unggulan LQ45 ditutup turun 6,298 poin (0,74%) ke 842.647.? Delapan sektor melemah, sementara 2 sektor lainnya menguat. Sektor aneka industri mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 0,35%. Sementara pelemahan tertinggi terjadi di sektor infrastruktur sebesar 1,31%.

Mengawali perdagangan?preopening, IHSG bergerak turun 5,895 poin (0,12%) ke 4.928,094. Sementara indeks LQ45 bergerak melemah 1,457 poin (0,17%) ke 847.488.? Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terkoreksi 0,822 poin (0,02%) ke 4.933,167. Sementara indeks LQ45 dibuka melemah 0,793 poin (0,07%) ke 848.152.

Sebanyak 116 saham naik, 139 saham turun, dan 88 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 142.196 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 2,552 miliar saham senilai Rp 2,910 triliun. Dana asing masuk tercatat Rp 236,839 miliar.

Beberapa? saham yang masuk dalam jajaran top?gainers?di antaranya MREI naik 1.350 poin (17,09%) ke Rp 9.250, ASRM naik 350 poin (10,80%) ke Rp 3.590, AALI naik 250 poin (1,58%) ke Rp 16.025, dan GMTD naik 250 poin (4,17%) ke Rp 6.250.

Sedangkan ?saham-saham yang masuk dalam jajaran top?losers?di antaranya SQBI turun 4.000 poin (1,29%) ke Rp 307.000, GGRM turun 725 poin (1,03%) ke Rp 69.625, MLBI turun 375 poin (3,28%) ke Rp 11.075, dan LPPF turun 375 poin (1,95%) ke Rp 18.875.

Sebagai informasi, di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan?Reuters, dolar AS siang ini bergerak di Rp 13.230 dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.210.

Sementara ?kondisi bursa saham Asia siang ini, antara lain:? Indeks Nikkei 225 naik 92,76 poin (0,55%) ke 16.767,68, Indeks Hang Seng turun 107,85 poin (0,51%) ke 21.220,39, Indeks SSE Composite turun 13,50 poin (0,46%) ke 2.921,87, dan ?Indeks Straits Times naik 8,54 poin (0,30%) ke 2.856,56.

Bank Dunia menyatakan pertumbuhan ekonomi masih merupakan pendorong utama guna mengurangi tingkat kemiskinan ekstrem sehingga kebijakan negara diharapkan bisa menuju ke arah peningkatan pertumbuhan.

Pertumbuhan ekonomi tetap menjadi pendorong paling penting bagi pengurangan kemiskinan dan itulah mengapa kami cemas bahwa pertumbuhan menurun perlahan-lahan di negara berkembang pengekspor komoditas akibat anjloknya harga komoditas.

Menurunnya harga komoditas di tingkat global membuat negara-negara itu penting untuk menghasilkan kebijakan yang akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian sekaligus memperbaiki taraf kesejahteraan warga yang hidup dalam kemiskinan ekstrim.

Berdasarkan laporan Bank Dunia, negara-negara berkembang yang mengimpor komoditas relatif lebih dapat bertahan daripada negara-negara pengekspor, meski manfaat dari rendahnya harga komoditas dinilai masih lambat untuk diwujudkan secara nyata di negara-negara tersebut.

 

IT RFB BDG