Cerita tewasnya Pratu Wahyudi diduga dibawa k alam orang Bunian

PT RIFAN FINANCINDO – Cerita tewasnya Pratu Wahyudi diduga dibawa k alam orang Bunian

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG – Anggota TNI Denrudal 004 Dumai, Pratu Wahyudi hilang saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kampung Medan, Labuhan Tangga Besar, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Kamis (18/8). Setelah dilakukan pencarian, Wahyudi ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka bakar di tubuh. Hilangnya korban dipercayai masyarakat sekitar hutan berkaitan dengan orang Bunian. Wahyudi diduga dibawa ke alam lain.

“Menurut keterangan orang pintar baik dukun, paranormal maupun khalifah menyebutkan bahwa Pratu Wahyudi berada di atas pohon yang tinggi di dekat lokasi kebakaran lahan dan hutan,” kata Bupati Rokan Hilir Suyatno kepada wartawan di Bagansiapiapi.

Berdasarkan keterangan tersebut, pencarian Wahyudi terus dilakukan. Hingga Minggu (21/8) belum juga membuahkan hasil. Diketahui posisi terakhir Wahyudi sebelum dinyatakan hilang memang sedang memadamkan api di dekat pohon besar yang dimaksud.

“Makanya saya minta seluruh masyarakat Rohil berdoa agar prajurit yang hilang segera ditemukan, dan hujan turun agar api yang menyala selama delapan hari ini bisa padam,” harapnya.

Seorang tokoh masyarakat, Ikam (56) menceritakan mengenai keberadaan orang Bunian. Menurutnya, kampung orang Bunian berbeda dimensi dengan alam manusia. Biasanya apabila manusia tersesat akan disambut bak raja di kampung tersebut.

“Kalau saya lihat dalam beberapa hari ini kejadian Prajurit TNI yang hilang itu bisa jadi tersesat di kampung orang Bunian,” kata Ikam.

Dia menjelaskan bahwa orang bunian sudah ada sejak lama, dan memang memiliki kampung sendiri hanya saja tidak terlihat secara kasat mata.

“Biasanya saat manusia tiba di kampung itu akan disuguhkan berupa makanan. Ada tiga pilihan nasi putih, hitam dan kuning maka akan dipilih oleh manusia tersebut,” katanya.

Menurutnya apabila manusia memilih nasi hitam maka kemungkinan untuk kembali ke alam nyata diperkirakan cukup lama berbeda dengan nasi putih dan kuning biasanya hanya sekitar 7-10 hari.

Masih menurut dia bahwa di kampung itu manusia yang masuk tidak akan merasa aneh pasalnya kampung tersebut sangat ramai seperti di alam nyata. Bahkan di sana manusia tetap akan makan, tidur dan melakukan kegiatan seperti biasanya.

“Di sana itu barang-barang yang kita bawa walau hanya kalung dari tali biasa berharga, bahkan bisa ditukar dengan makanan dan keperluan lainnya. Ini saya dapat cerita dulunya pernah juga orang tersesat dan kembali lagi dan bercerita hal yang demikian,” katanya.

Setelah dilakukan pencarian lanjutan, Wahyudi akhirnya ditemukan meski sudah dalam kondisi tewas. Saat ditemukan, tubuh Wahyudi dipenuhi luka bakar. Diduga kuat korban tewas lantaran terbakar.

“Prajurit kami ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi luka bakar di tubuhnya, sekitar 150 meter dari pohon besar tempat di mana pertama kali Pratu Wahyudi dinyatakan hilang,” kata Komandan Korem (Danrem) 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi dalam pesan tertulis yang diterima merdeka.com, Selasa (23/8).

Prajurit tersebut ditemukan oleh tim Basarnas dan Prajurit Denrudal 004 Dumai, Selasa, sekitar pukul 11.30 WIB. Jenazah lantas dievakuasi Dumai untuk kemudian diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan.

sumber : merdeka.com

IT RFB BDG