PT Rifan Financindo – Tips Mengelola Krisis Ekonomi Keluarga

PT Rifan Financindo – Tips Mengelola Krisis Ekonomi Keluarga

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNGPandemi COVID-19 memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat, tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan tetapi juga berpengaruh pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Pandemi COVID-19 sangat berdampak pada banyaknya rumah tangga yang mengalami kesulitan keuangan, baik itu rumah tangga usaha maupun pekerja. Ketahanan setiap lapisan atau tingkatan tersebut berbeda-beda, maka masyarakat ekonomi golongan menengah ke bawah khususnya mikro dan pekerja informal berpendapatan harian, tentu menjadi kelompok yang paling rentan terkena dampaknya.
Kebijakan physical distancing, Work from Home, kebijakan dirumahkan, bahkan berakhir PHK sangat merugikan masyarakat secara ekonomi. Untuk mengatasi kesulitan itu banyak di antara mereka yang menguras isi tabungan, gadai, serta menjual aset sampai dengan harus meminjam uang. Semua itu
semata-mata untuk bertahan hidup dan berharap menemukan solusi tepat keluar dari masalah kesulitan ekonomi keluarga.
Tidak mudah memang menghadapi pandemi ini, bergantung bagaimana seharusnya kita menyikapi pandemi ini sehingga kita tetap bisa maksimal menjalankan peran kita dengan baik. Alhasil, berusaha keras pada hal-hal yang memang ada dalam kuasa kita untuk mencapainya dan di sisi lain pun kita tetap berserah diri pada Tuhan jika itu berada di luar kuasa kita. Maka kita harus tetap optimis mengarungi ombak bahkan gelombang yang mengadang di hadapan kita, termasuk ketika kita menghadapi masalah keuangan di saat pandemi ini.
Berikut ini hal yang bisa kita lakukan ketika kita dihadapkan dengan masalah keuangan di masa pandemi Covid-19:

1. Me-reshedule Rencana Keuangan

Kegiatan yang harus dilakukan adalah mengatur kembali rencana keuangan dengan fokus kepada kebutuhan pokok, saving dan investasi. Tentunya hal ini akan membantu kita untuk menemukan kembali tujuan keuangan yang berbasis kebutuhan.

2. Prioritaskan Kebutuhan Pokok

Memenuhi kebutuhan pokok, seperti kebutuhan makanan, bayar listrik, konsumsi BBM harian, hingga alat kesehatan yang biasa digunakan selama pandemi, seperti hand sanitizer, disinfektan, masker, membeli vitamin/suplemen kesehatan, dan lainnya, harus menjadi prioritas utama.

3. Tidak Bersikap Boros

Sudah seharusnya kita berhemat dan menerapkan pola hidup sederhana. Kita membelanjakan sesuai dengan kebutuhan, menahan diri dari membelanjakan harta untuk hal-hal yang kurang penting. Sikap boros sangat tidak dianjurkan dalam segala hal, begitu pula dengan mengatur keuangan, hal tersebut akan menimbulkan sifat konsumtif dalam diri yang sangat merugikan.

4. Menabung (Saving)

Menabung adalah cermin dari sikap amanah kita akan rezeki yang diberikan oleh Allah, SWT. Menabung bukan untuk menimbun harta. Dalam ajaran Islam, menabung adalah salah satu upaya berjaga-jaga, di samping juga sebagai bagian dari proses pengelolaan keuangan rumah tangga.

5. Berwirausaha

Pandemi covid19 justru memberikan peluang lain bagi masyarakat dengan munculnya banyak kebutuhan pada sektor UMKM, misalnya saja usaha kuliner, membuka jasa delivery order makanan, menjadi reseller produk yang sedang dibutuhkan banyak orang, dan banyaknya lagi potensi usaha lainnya yang bisa kita lakukan. Berwirausaha akan menambah penghasilan kita –PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : kumparan.com

Rifan Bandung